Jumat, 17 November 2017

EFEK: Insert VS Auxiliary Send

Dalam mixing kita cukup fokus pada lima jenis efek: Equalizer, Compressor, Saturation, Reverb, dan Delay. Seringkali kita menggunakan efek dengan memasukkannya pada setiap track seperti biasa. Masalah muncul saat kita ingin memberi efek pada 15 track, apakah kita harus memasukkan 15 efek reverb pada 15 track satu per satu? Belum lagi efek reverbnya berat, dijamin komputer hang dalam hitungan detik.

Maka dari itu kita perlu mengenal 2 jenis efek, yaitu Insert dan Auxiliary.

Jumat, 13 Oktober 2017

Buku Recording Mixing Mastering Wajib Baca [Download]

Sementara ini untuk posting video belum bisa diupdate karena admin barusan mendapatkan musibah sehingga kurang bisa bekerja maksimal. Doain yah, admin cepet sembuh, hehehehe... Yang pasti, kali ini kita akan membahas buku referensi mixing yang pasti sangat bermanfaat buat  nambah wawasan seputar audio engineering, mixing, recording, dan lain-lain.

Buku ini kebanyakan berbahasa inggris karena memang sedikit atau bahkan belum ada penulis indonesia yang tertarik menulis dalam masalah ini. Ada sih seperti Mas Agus Hardiman pemilik sekolah audio ArtSonica. Bukunya bisa diorder di sini.

Nah langsung aja masuk ke judul-judulnya:

1. The Art of Mixing: A Visual Guide to Recording Engineering and Production [David Gibson]

 Ini adalah buku legendaris yang pertama kali membahas mixing, tepatnya tahun 1997. Di sini dijelaskan konsep mixing secara visual dengan 3 istilah: height, width, dan depth. Tentunya konsep ini bisa diterapkan di semua jenis mixin, baik analog dengan console, digital, hybrid dan dengan jenis DAW dan plugin apapun. Kalau males baca ada juga versi videonya di bawah ini.


2.  Mixing Secrets for The Small Studio [Mike Senior]

Ditulis oleh wartawan senior majalah audio terkenal Sound on Sound's Magazine, menjadikan buku ini salah satu best seller dalam dunia mixing sekalipun baru dirilis tahun 2011. Mike Senior berusaha keras untuk mewancarai lebih dari 20 audio engineer ternama sekelas Tony Maserati, Dave Pensado, dan Chuck Ainlay. Darinya didapatlah trik dan sudut pandang konsep mixing secara umum. Uniknya penyajiannya dikemas untuk kebutuhan home studio. Dengan bahasa yang lugas dan mendetail kita bisa memahaminya tanpa peru lulus TOEFL terlebih dahulu.

3. The Mixing Engineer's Handbook 4th Edition [Bobby Owsinski]

Hampir mirip dengan Mike Senior, Bobby Wosinski merupakan penulis audio yang cukup aktif berkarya. Pendekatannya pun sama, mewancarai banyak mixing engineer dengan topik kontroversial yang serupa. Uniknya, di setiap revisi jumlah interview semakin banyak, lebih dari 40 tokoh (!), dan semakin banyak hal baru yang diungkap. Bahasanya pun sederhana dan tepat sasaran.

4. The Recording Engineer's Handbook 4th Edition [Bobby Owsinski]

Masih dengan penulis yang sama, kita diajak mengenal jenis microphone beserta dengan karakter dan merek legendaris yang sudah teruji. Teknik merekam per instrumen pun dibahas dengan detail, dari miking vokal, drum, gitar amp, sampai perkusi dan instrumen orkestra. Dan pastinya ditutup dengan interview dari engineer terkenal yang bermurah hati membagikan tipsnya dalam recording.

4. The Mastering Engineer's Handbook 4th Edition [Bobby Owsinski]

 Mastering merupakan proses krusial yang tidak sembarang orang mampu melakukannya dengan alat seadanya. Studio berkualitas dibarengi dengan SDM yang mumpuni mutlak dibutuhkan dalam proses final ini. Tapi Bobby sekali lagi mampu menjelaskannya dengan gamblang sehingga kita pun bisa melakukan mastering sendiri di rumah.

5. Modern Recording Techniques 7th Edition [David Miles]

Buku komprehensif dalam masalah teknik merekam audio berkualitas tinggi yang sangat sarat dengan tips dan trik untuk home studio. Tidak hanya audio, namun juga meliputi record MIDI dan sampling secara modern. Wajib dibaca untuk mendapatkan audio mentah yang prima.
Download pdf klik di sini. 



6. Mixing Audio: Concepts, Practice, and Tools [Roey Izhaki]

Buku praktis dalam dunia mixing yang menjawab semua problem fixing saat audio processing. Semua dicover dengan singkat dan sederhana sehingga sangat mudah dipahami meskipun oleh pemula dalam dunia mixing. Tepat bagi setiap pemilik home studio.
Download pdf klik di sini. 



7. Music Theory for Computer Musicians [Michael Hewitt]

Sekarang ini banyak musisi hanya dengan bermodalkan laptop bisa menghasilkan track profesional. Untuk mencapainya diperlukan pendekatan komputasi yang perlu dikuasai. Mode digital tentunya memiliki metode yang sangat berbeda dengan rekaman analog. Buku ini mengupasnya dengan tuntas tanpa meninggalkan setitik pun.
Download pdf klik di sini. 

8. Mastering Audio: the art and the science [Bob Katz]

Bob Katz, mastering engineer legendaris membagikan rahasia dari mastering baik dari segi seni yang tidak terukur maupun dari segi teknikal yang sarat dengan pakem dan aturan teknis. Buku ini merupakan hasil dari jumlah pengalaman dan penerapan yang didapatnya selama bertahun-tahun menangani mastering beragam rekaman legendaris.
Download pdf klik di sini. 

Sebagai bonus, Bob Katz membagikan resep rahasianyayang manjur dalam mastering dengan bentuk buku tipis yang sangat ringkas dengan judul The Secret of the Mastering Engineer.
Download pdf klik di sini. 









Itulah sekilas beberapa buku yang layak dibaca untuk menambah wawasan audio engineering kita. Sebenarnya masih banyak buku mixing lain yang tentunya akan kita bagikan di kesempatan mendatang. Tapi yang pasti, untuk maju kita tidak cukup dengan banyak berteori. Semuanya akan menjadi lebih paham dan bermanfaat dengan memperbanyak PRAKTEK mixing.
HAPPY READING....!

Rabu, 20 September 2017

Zero2Hero: Buat Track MIDI Drum dengan Addictive Drums 2 dan EZDrummer 2 (pt. 6)

DRUM seringkali menjadi masalah tatkala kita mulai merekam lagu. Bagaimana tidak, untuk merekam drum  kita harus menyiapkan mic drum set dengan sejumlah kabel dan soundcard yang memiliki input yang banyak. Belum lagi masalah kualitas senar dan tuningnya. Apalagi tempat rekamannya tidak memiliki gema yang baik. Sudah gitu penggebuk drumnya juga suka salah, susah banget diedit!  Aaaarrgggghhhh...!!!

Untungnya ditemukanlah teknologi MIDI dan sampling. Dengan itu, kita bisa membuat track drum hanya dalam waktu 5 menit dengan suara menggelegar! Di pasaran, ada banyak sekali pilihan Virtual Instrumen suara Drum. Namun kali ini kita akan mencoba dua program yang cukup terkenal di dunia rekaman Indonesia dengan kualitas suara yang maksimal: ADDICTIVE DRUMS dari XLN Audio dan EZDRUMMER dari Toontrack. Langsung saja, tonton dulu nih....!


Banyak orang yang mencibir rekaman yang menggunakan drum MIDI. Padahal banyak sekali keuntungan membuat track drum dengan MIDI, di antaranya:
  1. Permainan drum sangat mudah dibuat dan diedit
  2. Pembuatannya membutuhkan waktu yang sangat singkat
  3. Kualitas suara yang dihasilkan sangat berkualitas dan dapat di-tweak dengan mudah
  4. Kesalahan timing permainan dapat diminimalisir hingga 0% (Awas, jadinya kayak robot!)

Sebelum Membuat Drum MIDI..

Sebelum membuat drum MIDI pastikan kita melakukan gladi/rehearsal lagu band yang akan direkam. Gladi ini harus direkam sebagai gambaran drum MIDI yang akan dibuat beserta hasil akhir dari lagu yang direkam nantinya. Jika dalam gladi belum menghasilkan musik yang maksimal (penilaian dilakukan oleh produser band), maka latihan rekaman/workshop harus diulang hingga benar-benar memenuhi standar siap rekam.

Tips lainnya dalam membuat drum MIDI:
  1. Tambahkan variasi senar/hi-hat/kick/dll setelah selesai satu putaran bagian lagu untuk menghindari kesan 'robot'
  2. Penempatan not MIDI tidak perlu 100% tepat di garis bantu tempo untuk menghindari (lagi-lagi) kesan 'mesin pemain drum'
  3. Selalu dengarkan hasil akhir dari Drum MIDI yang dibuat. Selalu lakukan revisi jika ada beat yang mengganjal
  4. Undang drummer untuk ikut merevisi beat drum yang dibuat agar sesuai dengan selera
Membuat MIDI Drum sangat mudah. Namun hasil yang bagus akan bisa dicapai setelah melakukan praktek dan pengulangan yang terus menerus. Teruslah membuat karya baru dan sebarkan pesan positif ke dunia melalui musik!

Jumat, 21 Juli 2017

Mixing Itu Bukan Ujian MTK

StudioOneSeringkali dalam proses mixing kita terpaku pada hal-hal teknis semisal: Gitar Elektrik itu harus di-take double terus di panning ke kanan dan ke kiri. Jangan lupa juga, setiap track harus di-EQ low pass biar tidak tabrakan dengan bass dan kick. Terus kalau mixing bass tu harus ditambah saturation, dan seterusnya.

Sadar gak sih? Mixing itu BUKAN seperti menjawab UJIAN MATEMATIKA yang memiliki nilai pasti. Mixing adalah Seni yang tidak terukur dengan angka, tapi dengan feeling dan perasaan kita (btw, apa bedanya yak? 😵).


Seringkali kita mixing malah tidak tahu APA TUJUAN dari mengkompres drum, UNTUK APA kita memakai EQ. Padahal, kalau diibaratkan memasak, itu sama saja kita membuat rujak dengan memasukkan segala jenis sayuran tanpa tahu rasanya enak atau tidak...! Wortel masuk, kubis masuk, kentang masuk, sampai pare yang puahiiit sekalipun masuk...!! Wakakakak rasa nano-nano mboook!

Justru masakan yang enak itu yang sekalipun bahannya sedikit tapi SEIMBANG alias BALANCE bin PASSSS. Garamnya gak terlalu banyak sampai terlalu asin. Kecap tidak terlalu boros sampai terlalu manis. Cabenya cukup dan tidak terlalu pedas. Dan seterusnya, dan seterusnya..


Karena dalam mixing yang dicari bukan suara bass yang enak saat di-play sendirian. Sama halnya rujak tadi, kita tidak pernah mencari gula yang paling enak saat dimakan sendirian, tapi kita mencari PADUAN RASA yang ENAK dari semua bahan tadi.

So pasti, hindari mixing menggunakan banyak plugin tanpa tahu tujuan memakainya. Hindari juga meramu mixing dengan tombol fitur Solo Track saat menyetting plugin. Pastikan untuk melakukan setiap langkah mixing dengan TUJUAN HASIL YANG JELAS. Kita harus tahu seperti apa suara akhir dari hasil mixing kita. Adapun plugin dan efek hanyalah sebatas ALAT yang kita gunakan untuk mencapai hasil akhir yang kita bayangkan.

Tentunya kita perlu berpikir, untuk apa kita memasang plugin kalau tidak berpengaruh lebih baik atau bahkan malah merusak???

Cara berpikir/mindset di atas perlu kita tanam dari awal kita melakukan mixing. Tentunya tidak mudah, namun untungnya Master Agus Hardiman dari ArtSonica, sekolah musik dan audio production di Bandung, dengan rendah hati mau mengajarinya tahap demi tahap dengan bahasa yang sangat mudah dan menarik! Mau tahu lebih lanjut, tonton aja videonya langsung...









So pasti, mumpung ni gratis tanpa bayar, ga usah pikir-pikir kuota abis, langsung cekidot gan...!
Video mixing berseri ini menggunakan DAW keren dari Presonus, Studio One, yang cukup ringan dan berkelas. Bahkan digadang-gadang akan menjadi standar industri musik masa depan mengalahkan wajah lama semacam ProTools. Meskipun kamu menggunakan DAW lain seperti Cubase, yang banyak dipakai oleh studio rekaman Indonesia, konsep mixing ini tetap berjalan tanpa memandang DAW apapun.

Targetnya, seri mixing ini akan terus berjalan hingga beberapa seri dan meng-cover banyak hal dari filosofi mixing, hingga hal-hal yang berbau teknis seperti EQ, Kompresor, Delay, Reverb, dan lain-lain..

Yah, kita doakan aja semoga Om Agus Hardiman istiqomah hingga selesai sehingga jadi amal jariahnya kelak. Hehehehe.. Gak usah ragu lagi dah, langsung SUBSCRIBE aja biar ga ketinggalan...!

NB: mohon maaf kepada semua pembaca atas tersendatnya update posting blog ini dikarenakan banyak hal. Maklum jadi mahasiswa sekaligus guru kan lumayan lah.. Hehehehe.. In sha Allah tutorial mixing Zero2Hero akan lanjut terus sampai akhir. Doain kami agar terus semangat! See you lateer..!

Rabu, 08 Maret 2017

Zero2Hero: Rekam MIDI VSTi (KONTAKT) dengan Render/Freeze (bag. 5)

Halo, salam semua....!
Mohon maaf untuk edisi kali ini terlambat 2 hari dikarenakan mimin abis fokus ngurus UTS di kampus. Maklum masih anak kuliahan. Hehehehe....
Kali ini kita akan membahas tentang cara merekam MIDI VST Instrument yang terkenal, KONTAKT. Sampler keren ini sangatlah dibutuhkan untuk menghadirkan instrumen akustik dengan sangat real hanya dengan bermodalkan keyboard MIDI Controller. Bisa jadi itu string orkestra, trumpet, gitar, drum, hingga gamelan bisa dihadirkan dengan sangat mirip. Selain itu, untuk menghemat penggunaan RAM dari komputer/laptop pas-pasan seperti saya (Celeron 1,4 GHz/RAM 4GB), kita akan mengenal fitur Freeze dan Render yang akan sangat membantu saat mixing nantinya.

Ikuti video berikut ini untuk merekam MIDI VST instrument dengan KONTAKT beserta fitur Render/Freeze


TRANSKRIP VIDEO

A. Setting Metronome
  1. Download FREE METRONOME SAMPLES di https://drive.google.com/file/d/0Bz4beFocjfQsbmJXQ0Z4SjY5Wmc/view?usp=sharing
  2. Setelah download klik kanan > Extract here pada folder anda (contoh: drive D)
  3.  Buka REAPER > klik kanan pada ikon metronome > Pilih Browse pada Primary beat sample dan Secondary beat > Pilih file sample pada folder hasil ekstrak (Contoh: Click 1.wav pada folder Cubase)
  4. Atur volume metronome pada fader di bagian atas
  5. Tutup jendela metronome dengan Escape atau tombol silang di kanan atas
B.  Setting Track untuk Merekam Drum
  1. Klik menu Insert > Multiple Tracks > tentukan jumlah track dan namanya
  2. Jika ingin ganti nama, double-klik pada kolom nama di track > beri nama > tekan Tab dan Shift+Tab untuk kembali ke track di atasnya
  3. Buka Routing Matrix (shortcut: Alt + R) dan klik pada bagian Arm Recording di bagian bawah untuk menyesuaikan antara track (kolom ke samping) dengan input soundcard (baris ke bawah)
  4. Jika ingin tidak repot mengatur setiap kali ingin merekam drum, kita bisa membuat track drum yang sudah disetting menjadi template yang bisa kita gunakan dengan instan di masa mendatang. Cara membuat Track Template
    1. Pilih track yang akan dijadikan template 
    2. Klik kanan pada track > Save tracks as track template...
    3. Beri nama template lalu tekan Enter
  5. Jika ingin menggunakan template yang sudah kita simpan, klik kana pada tempat track lalu klik kanan > Insert track from template > pilih nama template yang akan kita gunakan
  6. Jika ingin menyalakan tombol rekam dan monitoring pada banyak track sekaligus kita bisa gunakan cara cepat dengan cara: memilih track yang diinginkan lalu tekan tombol mode rekam dan monitoring. Maka semua track akan aktif mode rekam dan monitoringnya.
C. Merekam audio sekaligus dengan efek VST
  1. Klik pada tombol in-FX pada track lalu masukkan efek VST yang ingin direkam.
  2. Rekam seperti biasa. Jika sudah selesai, efek bisa dihapus dengan cara tekan Alt + klik kiri pada in-FX
  3. Keuntungan menggunakan input-FX: hemat RAM dan CPU tidak mudah loading/hang
    Kerugian menggunakan input-FX: Efek bersifat permanen sehingga tidak bisa diganti kecuali dengan cara merekam ulang
D. Menghemat RAM dengan fitur Freeze FX
  1. Rekam audio seperti biasa
  2. Masukkan efek pada track yang berisi hasil rekaman
  3. Pilih track yang diinginkan > klik kanan > Render/Freeze tracks > Freeze tracks to stereo (render pre-fader, save/remove items and online FX). Gunakan versi mono jika ingin mendapatkan hasil render mono (ex: bass, vokal, dll)
  4. Efek pada track akan hilang dan audio akan berubah dengan hasil render yang baru
  5. Jika ingin memodifikasi efek klik kanan pada track > Render/Freeze tracks > Unfreeze tracks (restore previous items and FX)
  6. Maka audio yang lama akan keluar beserta dengan efek yang tersimpan
  7. Keuntungan Freeze track: hemat RAM, CPU tidak mudah loading/hang, efek bisa diganti dengan mudah jika ada perubahan.
    Kerugian: tidak ada...! 😊
E. Merekam MIDI dan VST instrument dengan contoh KONTAKT
  1. Klik kanan pada tempat track > Insert Virtual Instrument on new track... > pilih instrumen yang diinginkan, kali ini kita pilih KONTAKT
  2. Pilih satu suara > drag-n-drop ke layar utama. Setiap kita tambah satu instrumen maka akan diatur otomatis 1 suara 1 channel MIDI.
  3. Untuk memudahkan rekaman kita buat track baru untuk setiap satu channel. Sehingga dibutuhkan 16 track untuk 16 channel. Caranya adalah klik kanan pada nama efek di jendela FX Chain > Build 16 channel of MIDI routing to this track
  4. Nyalakan tombol rekam pada track channel 1, maka akan bunyi suara yang kita loading pertama kali dan seterusnya..
  5. Untuk memudahkan kita mixing audio dari setiap suara pada setiap channel, kita perlu membuat track output audio dari setiap suara pada VST. Caranya: klik kanan pada nama efek di jendela FX Chain > Build multichannel routing for output of selected FX...
  6. Maka akan muncul track baru sejumlah output yang kita miliki. Di sini kita bisa mixing suara audio yang keluar dari setiap channel milik VST instrumen dengan mudah. Seperti mengatur volume, panning, solo, mute, memberi efek, dll.
  7. Untuk menghemat RAM kita bisa freeze track output audio yang baru kita buat dan menyembunyikan track MIDI dan VSTi dari Track Manager (shortcut: Ctrl + Shift + M)
 Masih ada hal yang kurang jelas? Tanyakan pada kolom komentar di bawah...! 😀