Jumat, 26 Juli 2019

Hasil Mixing kurang Nendang - Hajar Pake Compressor!

Ketika kita sudah melakukan balancing terasa ada yang kurang dari mix. Kick nya kurang nendang! Vocal kurang agresif! Bagaimana solusinya? COMPRESSOR.



Fungsi Compressor dalam Mixing:


  • Menambah energi dan hentakan perkusi/drum
  • Mempertebal vokal
  • Memberi efek menyatu
  • Mengontrol volume track agar lebih stabil, tidak naik turun
  • Memastikan track tidak clipping
  • Dsb (banyak banget)

Cara curang pake EQ

Sering orang bingung. Gimana sih cara pake EQ yang tepat dan benar? Berkali kali kita mendapati newbie di dunia rekaman kebingungan dalam menggunakan EQ saat mixing. Tenang saja kali ini kita akan belajar menggunakan cara instan mendapatkan hasil mix bagus dengan mengandalkan EQ.

1. Kurang nge bass

Kalau ada instrumen terasa kurang nge bass saat di play bareng dengan track lain, maka itu tandanya kita perlu menggunakan low shelf. Angkat beberapa db, geser frekuensinya sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.
LOW SHELF

Lo shelf juga hisa digunakan untuk mengurangi bass jika terasa nge bass.

2. Kurang 'cerah'

Terkadang vokal atau string kurang cerah dan tidak muncul dari lagu. Coba gunakan hi shelf untuk menyelesaikan masalah tersebut.
HI SHELF
Angkat beberapa db dari hi mid. Sebaliknya jika terasa terlalu cerah kita bisa menggunakannya untuk mengeruhkan suaranya.

3. Buang sampah frekuensi rendah

LOW CUT

Jika terasa mix kita masih saja keruh dan terlalu banyak bassnya, gunakan low cut untuk menghapus sampah frekuensi rendah dari semua track selain bass dan kick.

4. Mengatur dimensi letak jauh-dekat

Seringkali suara dua atau harmoni vokal bertabrakan dengan vokal utama. Masalah ini terjadi karena keduanya memiliki dimensi ruang yang sama.
HI CUT

Sekarang coba pasang hi cut di vokal harmoni. Bim salabim...! Vokal menjadi menyatu dengan suara duanya.
Itu karena semakin cerah suara kita menganggap suara itu berada di dekat kita. Tapi saat ada vokal yang di cut frekuensi tingginya kita merasa suara itu dari tuangan lain yang lebih jauh dari kita.

Inilah beberapa tips menggunakan EQ secara curang! Hehehhe.. ga perlu kenal frekuensi atau apalah itu tapi hasil bagus! Selamat mencoba!

REVIEW BEST EQ 2019: Fabfilter PRO-Q 3

Seringkali kita bingung ketika akan memilih membeli software mana untuk kebutuhan mixing. Salah satu senjata utama mixing adalah EQ. Kali ini kita akan membedah salah satu Best EQualizer di tahun ini: Fabfilter PRO-Q 3.



Key features


  • Highest possible sound quality
  • Up to 24 EQ bands
  • NEW - Optional Dynamic EQ mode for all bands (Bell and Shelf shapes), using any slope setting and with perfect analog matching, with optional external side chain triggering
  • IMPROVED - Gorgeous Retina interface with large interactive EQ display, multi-band selection and editing for maximum ease of use and efficiency
  • NEW - Ultra-steep 'Brickwall' slope setting for LP and HP filters
  • NEW - Full surround support (up to Dolby Atmos 7.1.2) with intelligent speaker selection
  • NEW - External spectrum visualization from any other Pro-Q 3 instance, including collision detection
  • NEW - Per-band mid/side or left/right processing, so you can EQ the mid, side, left or right signals separately
  • Operates in zero latency mode, linear phase mode with adjustable latency or the unique Natural Phase mode
  • NEW - Flat Tilt filter shape, a flat tilting correction curve over the whole audible frequency spectrum
  • IMPROVED - Spectrum Grab: just grab and adjust a peak in the real-time spectrum analyzer right away!
  • Different interface sizes and additional Full Screen mode
  • IMPROVED - Filter shapes: Bell, Notch, High/Low Shelf, High/Low Cut, Band Pass, Tilt Shelf, Flat Tilt
  • Universal filter slope support for all filter types, up to 96 dB/oct
  • IMPROVED - EQ Match feature to automatically match the spectrum of another Pro-Q 3 instance or an external signal
  • IMPROVED - Built-in spectrum analyzer with Pre-EQ, Post-EQ and external spectrum visualization, adjustable range, speed, resolution, tilt, freeze and collision detection
  • Auto Gain and Gain Scale
  • Optional piano roll display to quantize EQ frequencies to musical notes
  • Different display ranges: 3 dB and 6 dB ranges for mastering, 12 dB and 30 dB for mixing
  • Intelligent solo mode makes it easy to find problem frequencies and hear the effect of a band
  • Phase Invert option to change polarity
  • Large output level meter with peak level readout
  • Extreme CPU optimization: Pro-Q 3 uses very little CPU and memory, so you can use hundreds of instances in a session
  • GPU-powered graphics acceleration
  • Double-click text entry of parameter values
  • IMPROVED - Supports stereo, mono and surround channel layouts (up to Dolby Atmos 7.1.2)
  • Supports common Pro Tools hardware control surfaces
  • IMPROVED - MIDI Learn with option to control the currently active band
  • Undo/redo and A/B comparison
  • Smart Parameter Interpolation
  • Sample-accurate automation of all parameters
  • Extensive help file with interactive help hints
  • Available in VST, VST3, Audio Units, AAX Native and AudioSuite formats (all both 64-bit and 32-bit)

Minggu, 19 Mei 2019

Metronome REAPER jelek: Salah Kaprah

Begitu banyak kita dengar para pemula dalam menggunakan REAPER yang komplain: "Metronome REAPER jelek!". Benarkah demikian?

Faktanya, REAPER justru mendorong kita untuk mampu memaksimalkan potensi metronome yang dimilikinya, Dengan setting yang tepat, akan didapatkan suara metronome yang benar-benar sesuai dengan selera kita. Jangan salah, ribuan jenis metronome dapat tercipta jika kita kreatif!

Recommended Setting:

  • Primary beat: 2000 (sesuai selera)
  • Secondary beat: 1000 (setengah dari primary)
  • Beat click length: antara 30-45 ms
  • Shape: Triangle
  • Pre-roll before recording: on
  • Pre-roll measure: 2 (sesuai selera)