Sabtu, 19 Oktober 2019

Bersihkan Rekamanmu dari Noise


Dari sekian banyak masalah yang menghadang studio rumahan di antaranya adalah hasil rekaman yang penuh noise karena lingkungan studio yang kurang ideal. Entah itu suara ac, kabel mic yang jelek, atau orang ngobrol ditengah tangisan bayi!

Semua itu akan menghancurkan hasil akhir dari rekaman kita. Maka dari itu, kita membutuhkan plugin berjenis:
NOISE REDUCTION
Ada banyak sekali plugin noise reduction di pasar software rekaman. Yang paling bagus adalah RX De-Noise yang sayangnya tidak gratis, sekitar $129 atau sekitar dua jutaan. Ada juga plugin dari Waves dan plugin developer lainnya tapi lagi-lagi: tidak gratis. 😐

Tenaang, di REAPER sudah tersedia plugin bawaan yang sangat multi fungsi dan ampuh. Ini dia REAFIR...

Cara kerjanya terdiri dari dua langkah utama: ambil sample noise dan langsung dinyalakan.. Ikuti step berikut ini biar ga pusing:
  1. Pasang loop di bagian rekaman yang noise, tepatnya di bagian yang seharusnya diam tak bersuara.
  2. Setelah itu putar di bagian tersebut berulang dengan mengaktifkan fitur REPEAT di samping tombol play (tekan hutuf R)
  3. Setelah itu pilih mode Substract dan centang opsi, Automatically build noise rofile (enable during noise). Nanti dia akan membentuk pola frekuensi noise yang akan dibuang.
  4. Lalu hilangkan centangnya dan VOILA! Hilanglah noise yang terdeteksi.
  5. Kalau ingin mengatur ulang profil noise, bisa digambar dengan klik drag di atas garis diagram merah di profil noise.
Sangat mudah dan gratis! Tidak perlu beli plugin mahal, apalagi bajakan. Cukup edarkan pandangan, lihat potensi yang ada, dan manfaatkan sebaik-baiknya. Keep Practicing dan Good Luck!

Jumat, 06 September 2019

Slate Bus Compressor Review: Sentuhan Terakhir yang Mempesona!

Mixing sudah selesai. Tapi seperti ada yang kurang dari hasil mixing kita. Kurang menghentak, kurang menyatu, kurang halus, dan kurang berenergi. Mungkin setting compressor di drum kurang ekstrim? Awas, bisa jadi over-compressed. Lalu bagaimana? Di sinilah Bus Compressor dapat diandalkan. Bus Compressor singkatnya adalah Stereo Compressor yang kita taruh di master bus yang merupakan terminal akhir semua audio kita berkumpul sebelum ke speaker.

Slate Digital sebagai salah satu plugin developer yang inovatif tidak sekedar membuat Bus Compressor biasa. Dalam pluginnya tersedia 3 compressor yang bisa kita gunakan. Masing-masing dinamakan FG-Grey, FG-RED, dan FG-Mu. Semua compressor ini merupakan emulasi dari compressor legendaris:

FG-Grey

FG-Grey terinspirasi dari SSL G 4000 Compressor. SSL G adalah Bus Compressor di Console Analog SSL yang merupakan senjata andalan mixing engineer professional seperti Andy Wallace yang mecnetuskan karakter pop-rock yang berenergi dari tahun 80-an hingga sekarang. Dengar saja album Nirvana Nevermind, Rage Against The Machine, A7X City Of Evil. Compressor ini memiliki karakter enerjik dan powerful, hanya dengan memasangnya di akhir bus compressor akan membuat hasil mix lebih menyatu/kohesif dan membuat suara drum lebih menonjol dan berkarakter. 
FG-Grey

SSL G 4000 Console Compressor

FG-RED

FG-RED merupakan emulasi dari Focusrite 3 Compressor/Limiter andalan mixing engineer Chris Lord Alge. Dengarkan powernya di lagu-lagu garapannya seperti American Idiot dari Green Day dan Welcome to the Black Parade dari My Chemical Romance. Pilihan compressor ini sangat berpengaruh ke hasil mixnya yang nampol dan keras, namun tetap nyaman di telinga. Resep rahasianya adalah penggunaan fitur Auto-Release dari compressor ini.
FG-RED

Focusrite RED 3 Compressor/Limiter

FG-Mu

FG-Mu terinspirasi dari Manley Vari-Mu dan Fairchild yang merupakan compressor tipe Tube Compressor yang bisa di setting (variable-Mu). Compressor ini terkenal memiliki karakter yang halus dan lembut. Ketika ada mix yang terasa terlalu keras dan agresif, compressor ini bisa menjinakkannya dengan mudah. Sebagai salah satu compressor perdana di dunia mixing, harganya sekarang ini sudah mencapai 50 ribu dollar.
FG-Mu
Manley Vari-Mu

Fairchild 670 Stereo Compressor/Limiter

Cara setting Mix Bus Compressor:

Jangan menggunakan setting yang terlalu ekstrim pada Mix Bus Compressor. Karena dia akan sangat mudah merusak hasil mixing kita. Cukup gunakan setting tipis-tipis saja dengan gain reduction tidak lebih dari 5 db. Berikut panduan singkatnya:
  1. Gunakan rasio rendah antara 1,5 sampai 4 db, setelah itu pasang threshold sampai 10 db gain reduction. Setting ekstrim ini hanya untuk memudahkan kita mengatur attack dan release.
  2. Gunakan attack yang lambat sekitar 100 ms. Awas, jangan menggunakan Fast attack krena akan membunuh power dari mixing kita. Gunakan fast release dengan kecepatan 5ms. 
  3. Sambil memutar mix, percepat attack hingga efek compressor terasa merusak hentakan dari hasil mixing, turunkan pelan-pelan sambil mendengarkan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
  4. Perlambat releasenya hingga jarum gain reduction bisa mengikuti irama lagu. Agar lebih mudah solo kick dan snare supaya mendapatkan release yang tepat sehingga jarum kembali normal sebelum pukulan selanjutnya.
  5. Setelah semua terdengar enak, turunkan threshold sehingga didapatkan gain reduction sekitar 1-3 db.
  6. Atur rasio sesuai kebutuhan. Jika ingin hasil yang halus kurangi rasio hingga ke 1,5 - 2 db. Kalau ingin lebih agresif gunakan setting 4 db. 
  7. Bypass compressor dan dengarkan perbedaan volumenya. Atur gain reduction untuk mendapatkan volume yang setara.
  8. PENTING: pasang compressor sejak awal memulai mixing. Sehingga sebelum memulai EQ dan compress per track, bus compressor sudah On. Ini supaya lebih mudah mendapatkan hasil yang tepat dan tidak merubah dinamika mixing secara drastis.
Kalau ingin mudah, Slate Digital sudah membuat preset compressor di setiap pluginnya. Itu adalah setting favorit para mixing engineer professional yang sudah teruji ketepatannya. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengatur setting dari awal.

Jika kita ingin membandingkan warna compressor yang tepat antara 3 itu, kita bisa menggunakan FG-RACK, yaitu versi rack dari 3 compressor tersebut yang digabung menjadi satu. Sehingga kita bisa membandingkan efek yang dihasilkan dari masing-masing compressor. 
FG-Rack

Uniknya setiap compressor diberi knob 'MIX' yang mengatur parallel compression. Jadi andaikan kita putar ke 60%, itu artinya kita mendapatkan 60% dicompress digabung dengan 40% yang mentah tidak dicompress. Ini bermanfaat menghaluskan efek kompresi yang terdengar. Bisa juga kita nyalakan dua atau bahkan semua compressor sekaligus. Silahkan bereksperimen.

Keuntungan VST dibandingkan Hardware

VST seperti ini memiliki algoritma yang kompleks hasil penelitian emulasi hardware yang mahal. Karena itu hasil yang dihasilkan sangat tidak terprediksi dan unik. Banyak orang komplain: bagaimanapun bagusnya VST tentu tidak bisa mengalahkan hardware! 
Yap, itu betul. Tapi ingat banyak keuntungan dari VST:
  • Hardware mungkin kita hanya beli satu itupun mahaaal pol! Harga yang original bisa mencapai ratusan juta.
  • VST sekali beli bisa dikopi berapapun jumlahnya ke track manapun. Mau dipasang 30 kali? Tentu bisa. Serasa memiliki compressor analog dengan jumlah tak terbatas. Itupun dengan satu harga yang jauh lebih murah. Seperti VBC ini hargnya hanya 150 dollar setara dengan 2 juta rupiah.
  • Hardware bisa rusak kapan saja dan tentunya membutuhkan biaya perawatan yang tidak murah. VST tentunya tidak perlu khawatir!
Silahkan dicoba dan terus belajar!

Minggu, 01 September 2019

Jenis-Jenis Microphone Home Recording

Banyak produser musik pemula menggunakan mic ala kadarnya untuk rekaman. Padahal untuk mendapatkan hasil maksimal ternyata ada beberapa jenis mic tertentu yang perlu kita kenal.. Scroll ke bawah untuk penjelasan lebih lanjut.

Mic tidak harus menguras tabungan kita. Tapi bukan berarti membeli yang murahan sehingga kualitasnya mengecewakan. Microphone itu ada banyak sekali jenisnya. Namun untuk home recording kita hanya cukup membutuhkan dua jenis: DYNAMIC dan CONDENSER Mic.

DYNAMIC


Mic ini adalah mic yang paling fleksibel bisa digunakan di mana saja. Keunggulannya adalah tahan banting, kuat menerima suara volume tinggi, dan awet. Penggunaan Dynamic Microphone ini biasanya ada di:

  1. Ampli Gitar Elektrik
  2. Snare 
  3. Tom 
  4. Kick
  5. Screming Vocal
Dan untuk home recording tidak perlu bingung mencari merk apa. Satu mic berikut ini sudah cukup untuk mengcover semua kebutuhanmu:

SHURE SM-57/58
Mic ini sangat legendaris dan digunakan hampir semua studio, baik profesional maupun amatiran. Harganya pun terjangkau dan dipastikan menjadi investasi seumur hidup.
Klik link di bawah ini untuk belanja mic ini online:
Bukalapak
Tokopedia

CONDENSER MIC

Mic super sensitive dengan kemampuan menangkap frekuensi tinggi dengan baik. Sangat bagus untuk digunakan pada material rekaman sepert:
  1. Vokal
  2. Gitar Akustik
  3. Overhead
  4. Drum Room 
Kategori mic ini ada rekomendasi yang bagus untuk pemula dengan kualitas profesional

AUDIO TECHNICA AT2020
Mic ini sangat jernih dan bagus menangkap detil vokal dengan sempurna. Tanpa harus menambah utang, mic ini sangat cocok untuk amatir low-budget. Klik link di bawah ini untuk cek harga:
Bukalapak
Tokopedia

UPGRADE MIC?

Kalau tertarik upgrade mic yang lebih bagus lagi, silahkan pertimbangkan beberapa mic berikut ini

BEST LARGE DIAPHRAGM MIC: RODE NT1-A
Mic berkualitas dengan harga merakyat.

Sementara untuk Dynamic Mic ada satu mic yang super recommended karena ia multi fungsi dalam studio:

SHURE SM7B
Kalau kalian amati mic ini andalan para broadcaster dan vlogger gaming di Youtube. Karena memang ia sangatlah bagus menangkap vokal.

Jika ingin mendapatkan hasil maksimal merekam gitar stereo atau overhead yang membutuhkan mic sepasang, pilihan tentunya jatuh ke mic berikut ini:

SAMSON C02
Meskipun murah namun ia sangat bagus untuk menangkap gitar akustik stereo dan overhead drum stereo. Coba saja untuk merekam vokal mic ini juga bisa diandalkan!

BUDGET BELUM CUKUP?

Kalau memang budget sangat terbatas, berikut beberapa pilihan jitu microphone untuk rekaman:
Dynamic: BEHRINGER XM 1800 / ALCTRON PM57 B
Behringer XM1800s

Alctron PM57B

Condenser: BEHRINGER C1 / ALCTRON MC001
Behringer C1
Alctron MC001

Stereo Condenser: BEHRINGER C4
Behringer C4
Silahkan mencari harga di-googling atau Toko Online Favoritmu.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Mastering Kilat di Reaper



Banyak yang bertanya: Kenapa hasil mixingku volumenya kalah kencang dengan lagu lain saat diputar? Itu karena kurang satu step lagi untuk mendapatkan hasil final yaitu Mastering. Ikuti tahap-tahapnya di video kali ini untuk mendapatkan hasil yang kencang, powerful, lebar dan tetap tebal berasa analog!

Mastering itu memiliki tujuan sebagai polesan akhir dari 4 langkah memproduksi audio, yaitu:
  1. Taking/Recording
  2. Editing
  3. Mixing
  4. Mastering
Lalu apa tujuan mastering? Jelasnya adalah memberi sentuhan akhir dari hasil mixing kita. Biasanya peningkatan kualitas dari mastering berupa:

  • Trimming untuk mengatur volume mix yang standar siap mastering (-18 dBFS)
  • Bus compressor untuk agar hasil mix lebih menyatu (glue effect)
  • EQ Mastering akhir secara keseluruhan yang sifatnya lebih transparan dan tipis
  • Multi-Band Compressor untuk menjinakkan frekuensi yang berlebihan sehingga lebih balance
  • Stereo Widening agar hasil mix lebih lebar
  • Tape saturation agar hasil mix lebih tebal, bulat, dan analog
  • Clip agar hasil mix lebih powerful dan lebih 'keluar' dari speaker
  • Master Limiter untuk mengangkat Loudness (tingkat kekerasan) mix sehingga sesuai standar lagu komersial lainnya tanpa clipping

Bus Compressor

Bus Compressor ini berbeda tujuan dengan compressor biasa. Tujuannya adalah untuk membuat instrumen di mix menjadi lebih menyatu secara natural. Untuk mendapatkan efek tersebut kita menggunakan setting berikut:
  • Ratio rendah 4:1
  • Medium-Slow attack 
  • Fast/Auto Release
  • High-Pass Filter pada detector sekitar 100-150Hz
  • Threshold tipis dengan 2-4 dB Gain Reduction
REKOMENDASI VST BUS COMPRESSOR:
Slate Virtual Bus Compressor, Waves SSL Compressor, Cytomic The Glue, TDR Kotelnikov
Slate Virtual Bus Compressor

TDR Kotelnikov (FREE)


Waves SSL G Compressor
Cytomic The Glue

Mastering EQ

EQ ini mengatur tone akhir dari hasil mix kita. Untuk mendapatkan hasil maksimal ikuti langkah berikut:
  • Potong habis frekuensi rendah dari Side (channel kanan-kiri) agar bass terfokus di tengah/Mid (tonton caranya di video)
  • Dengarkan lagu dari genre sejenis dengan audio player. Amati karakter frekuensi lagu. Cenderung nge-bass atau treble? Midnya dominan atau tidak?
  • Atur EQ untuk mendapatkan hasil yang serupa atau mendekati lagu referensi yang dianalisa
REKOMENDASI VST MASTERING EQ:
FabFilter Pro-Q 3, TDR Slick EQ, Maag EQ, Waves Linear Phase EQ, Waves PuigTec EQ, Kush Hammer DSP
Fabfilter Pro Q3

Kush Audio Hammer DSP

TDR Slick EQ (FREE)

Waves PuigTec
Maag EQ

Waves Liner Phase EQ

Multi-Band Compressor

Multi-band Compressor seakan mengerikan saat pertama kali dilihat. Tapi tenang ternyata caranya cukup mudah:
  • Lalu pasang threshold secukupnya, yang penting kena Gain Reduction tipis-tipis. Kalau dirasa ada frekuensi yang bandel, tekan tombol Solo di band EQ yang bermasalah dan atur Thresholdnya dengan mendengarkan efeknya
REKOMENDASI VST MULTIBAND COMPRESSOR:
FabFilter Pro-MB, Waves C6, iZotope Mastering Compressor
Fabfilter Pro MB

iZotope Ozone Compressor
Waves C4 Multiband Compressor

Stereo Widening

Untuk mendapatkan hasil mix yang lebar gunakan Stereo Widener untuk mendapatkan hasil lebih lebar. Untuk mendapatkan hasil instant bisa menggunakan S1 Stereo Widener dari Waves. Kalau ingin lebih leluasa settingnya gunakan Multiband Stereo Widening seperti yang terdapat di iZotope Imager. Biasanya low-end diturunkan total agar menjadi mono. Lalu diangkat di hi-Mid dan High-end agar terkesan lebih lebar di speaker stereo/headphone.

REKOMENDASI VST STEREO WIDENING:
Waves S1 Imager, iZotope Imager, ChorusWS, A1StereoControl
A1 Stereo Control (FREE)

Waves S1 Stereo Imager

iZotope Ozone Imager
Chorus WS (FREE)

Tape Saturation

Saturation merupakan rahasia para profesional untuk mendapatkan hasil mix yang tebal, berkarakter, bulat, dan lebih nyaman di telinga. Singkat kata, arti saturation adalah distorsi tingkat rendah. Cukup sedikit saja dan terasa perbedaannya. Jangan terlalu banyak karena hanya akan merusak kualitas mix.

REKOMENDASI VST TAPE SATURATION:
Waves J37, Waves Kramer Tape, Slate Virtual Tape Machine, Slate Revival, Slate Virtual Console Collection
Waves J37

Waves Kramer Tape

Slate Digital Revival

Slate Digital Virtual Console Collection
Slate Digital Virtual Tape Machine

Clipper

Clipping plugin adalah senjata andalan untuk mendapatkan hasil mix yang kencang, powerful, dan meloncat keluar dari speaker. Vokal lebih terdengar, kic dan snare lebih menghentak dan banyak lagi keuntungan menggunakan Clipper. Gunakan sedikit gain saja agar tidak merusak kualitas mix.

REKOMENDASI VST CLIPPER:
Waves L1, JST Clip, T-Racks Classic Clipper, GClip
GClip (FREE)

Waves L1 Limiter

JST Clip

T-Racks Classic Clipper (warna kuning)

Master Limiter

Ini adalah tahap inti dari mastering. Andaikan mastering hanya bisa menggunakan satu plugin, maka plugin itu adalah master limiter. Atur Outputnya ke -0.1 dB untuk mendapatkan hasil maksimal tanpa clipping. Lalu atur threshold atau ouput hingga mendapatkan loudness sekitar -9 dBFS untuk mp3 dan -14 dBFS untuk diupload streaming. Ukuran ini adalah standar yang digunakan untuk mastering saat ini tanpa merusak kualitas musik dengan Loudness Wars (baca di bawah).

REKOMENDASI VST MASTER LIMITER:
FabFilter Pro-L 2, Waves Limiter, Slate Digital FG-X, Loudmax
Loudmax (FREE)
Fabfilter Pro-L 2

Waves L3 Multimaximizer

Waves L1 Ultramaximizer

Slate Digital FG-X

APA ITU LOUDNESS WAR?

LOUDNESS WAR adalah fenomena dimana setiap tahun lagu yang dirilis semakin kencang sehingga tidak memiliki Dynamic Range (dinamika pelan-kencang lagu) yang bagus dan sama sekali tidak nyaman didengar, lihat grafik di bawah. Maka harus dilihat seberapa kuat kita menekan limiter sehingga tidak melebihi standar:

  • -9 LUFS atau -9 dBFS untuk CD atau mp3 biasa
  • -14 LUFS atau -14 dBFS untuk upload streaming (Youtube, Spotify, JOOX) 





Begitulah proses mastering singkat di REAPER. Terus perbanyak membaca dan bertanya untuk menambah wawasan seputar audio production.