Jumat, 21 Juli 2017

Mixing Itu Bukan Ujian MTK

StudioOneSeringkali dalam proses mixing kita terpaku pada hal-hal teknis semisal: Gitar Elektrik itu harus di-take double terus di panning ke kanan dan ke kiri. Jangan lupa juga, setiap track harus di-EQ low pass biar tidak tabrakan dengan bass dan kick. Terus kalau mixing bass tu harus ditambah saturation, dan seterusnya.

Sadar gak sih? Mixing itu BUKAN seperti menjawab UJIAN MATEMATIKA yang memiliki nilai pasti. Mixing adalah Seni yang tidak terukur dengan angka, tapi dengan feeling dan perasaan kita (btw, apa bedanya yak? 😵).


Seringkali kita mixing malah tidak tahu APA TUJUAN dari mengkompres drum, UNTUK APA kita memakai EQ. Padahal, kalau diibaratkan memasak, itu sama saja kita membuat rujak dengan memasukkan segala jenis sayuran tanpa tahu rasanya enak atau tidak...! Wortel masuk, kubis masuk, kentang masuk, sampai pare yang puahiiit sekalipun masuk...!! Wakakakak rasa nano-nano mboook!

Justru masakan yang enak itu yang sekalipun bahannya sedikit tapi SEIMBANG alias BALANCE bin PASSSS. Garamnya gak terlalu banyak sampai terlalu asin. Kecap tidak terlalu boros sampai terlalu manis. Cabenya cukup dan tidak terlalu pedas. Dan seterusnya, dan seterusnya..


Karena dalam mixing yang dicari bukan suara bass yang enak saat di-play sendirian. Sama halnya rujak tadi, kita tidak pernah mencari gula yang paling enak saat dimakan sendirian, tapi kita mencari PADUAN RASA yang ENAK dari semua bahan tadi.

So pasti, hindari mixing menggunakan banyak plugin tanpa tahu tujuan memakainya. Hindari juga meramu mixing dengan tombol fitur Solo Track saat menyetting plugin. Pastikan untuk melakukan setiap langkah mixing dengan TUJUAN HASIL YANG JELAS. Kita harus tahu seperti apa suara akhir dari hasil mixing kita. Adapun plugin dan efek hanyalah sebatas ALAT yang kita gunakan untuk mencapai hasil akhir yang kita bayangkan.

Tentunya kita perlu berpikir, untuk apa kita memasang plugin kalau tidak berpengaruh lebih baik atau bahkan malah merusak???

Cara berpikir/mindset di atas perlu kita tanam dari awal kita melakukan mixing. Tentunya tidak mudah, namun untungnya Master Agus Hardiman dari ArtSonica, sekolah musik dan audio production di Bandung, dengan rendah hati mau mengajarinya tahap demi tahap dengan bahasa yang sangat mudah dan menarik! Mau tahu lebih lanjut, tonton aja videonya langsung...









So pasti, mumpung ni gratis tanpa bayar, ga usah pikir-pikir kuota abis, langsung cekidot gan...!
Video mixing berseri ini menggunakan DAW keren dari Presonus, Studio One, yang cukup ringan dan berkelas. Bahkan digadang-gadang akan menjadi standar industri musik masa depan mengalahkan wajah lama semacam ProTools. Meskipun kamu menggunakan DAW lain seperti Cubase, yang banyak dipakai oleh studio rekaman Indonesia, konsep mixing ini tetap berjalan tanpa memandang DAW apapun.

Targetnya, seri mixing ini akan terus berjalan hingga beberapa seri dan meng-cover banyak hal dari filosofi mixing, hingga hal-hal yang berbau teknis seperti EQ, Kompresor, Delay, Reverb, dan lain-lain..

Yah, kita doakan aja semoga Om Agus Hardiman istiqomah hingga selesai sehingga jadi amal jariahnya kelak. Hehehehe.. Gak usah ragu lagi dah, langsung SUBSCRIBE aja biar ga ketinggalan...!

NB: mohon maaf kepada semua pembaca atas tersendatnya update posting blog ini dikarenakan banyak hal. Maklum jadi mahasiswa sekaligus guru kan lumayan lah.. Hehehehe.. In sha Allah tutorial mixing Zero2Hero akan lanjut terus sampai akhir. Doain kami agar terus semangat! See you lateer..!

Rabu, 08 Maret 2017

Zero2Hero: Rekam MIDI VSTi (KONTAKT) dengan Render/Freeze (bag. 5)

Halo, salam semua....!
Mohon maaf untuk edisi kali ini terlambat 2 hari dikarenakan mimin abis fokus ngurus UTS di kampus. Maklum masih anak kuliahan. Hehehehe....
Kali ini kita akan membahas tentang cara merekam MIDI VST Instrument yang terkenal, KONTAKT. Sampler keren ini sangatlah dibutuhkan untuk menghadirkan instrumen akustik dengan sangat real hanya dengan bermodalkan keyboard MIDI Controller. Bisa jadi itu string orkestra, trumpet, gitar, drum, hingga gamelan bisa dihadirkan dengan sangat mirip. Selain itu, untuk menghemat penggunaan RAM dari komputer/laptop pas-pasan seperti saya (Celeron 1,4 GHz/RAM 4GB), kita akan mengenal fitur Freeze dan Render yang akan sangat membantu saat mixing nantinya.

Ikuti video berikut ini untuk merekam MIDI VST instrument dengan KONTAKT beserta fitur Render/Freeze


TRANSKRIP VIDEO

A. Setting Metronome
  1. Download FREE METRONOME SAMPLES di https://drive.google.com/file/d/0Bz4beFocjfQsbmJXQ0Z4SjY5Wmc/view?usp=sharing
  2. Setelah download klik kanan > Extract here pada folder anda (contoh: drive D)
  3.  Buka REAPER > klik kanan pada ikon metronome > Pilih Browse pada Primary beat sample dan Secondary beat > Pilih file sample pada folder hasil ekstrak (Contoh: Click 1.wav pada folder Cubase)
  4. Atur volume metronome pada fader di bagian atas
  5. Tutup jendela metronome dengan Escape atau tombol silang di kanan atas
B.  Setting Track untuk Merekam Drum
  1. Klik menu Insert > Multiple Tracks > tentukan jumlah track dan namanya
  2. Jika ingin ganti nama, double-klik pada kolom nama di track > beri nama > tekan Tab dan Shift+Tab untuk kembali ke track di atasnya
  3. Buka Routing Matrix (shortcut: Alt + R) dan klik pada bagian Arm Recording di bagian bawah untuk menyesuaikan antara track (kolom ke samping) dengan input soundcard (baris ke bawah)
  4. Jika ingin tidak repot mengatur setiap kali ingin merekam drum, kita bisa membuat track drum yang sudah disetting menjadi template yang bisa kita gunakan dengan instan di masa mendatang. Cara membuat Track Template
    1. Pilih track yang akan dijadikan template 
    2. Klik kanan pada track > Save tracks as track template...
    3. Beri nama template lalu tekan Enter
  5. Jika ingin menggunakan template yang sudah kita simpan, klik kana pada tempat track lalu klik kanan > Insert track from template > pilih nama template yang akan kita gunakan
  6. Jika ingin menyalakan tombol rekam dan monitoring pada banyak track sekaligus kita bisa gunakan cara cepat dengan cara: memilih track yang diinginkan lalu tekan tombol mode rekam dan monitoring. Maka semua track akan aktif mode rekam dan monitoringnya.
C. Merekam audio sekaligus dengan efek VST
  1. Klik pada tombol in-FX pada track lalu masukkan efek VST yang ingin direkam.
  2. Rekam seperti biasa. Jika sudah selesai, efek bisa dihapus dengan cara tekan Alt + klik kiri pada in-FX
  3. Keuntungan menggunakan input-FX: hemat RAM dan CPU tidak mudah loading/hang
    Kerugian menggunakan input-FX: Efek bersifat permanen sehingga tidak bisa diganti kecuali dengan cara merekam ulang
D. Menghemat RAM dengan fitur Freeze FX
  1. Rekam audio seperti biasa
  2. Masukkan efek pada track yang berisi hasil rekaman
  3. Pilih track yang diinginkan > klik kanan > Render/Freeze tracks > Freeze tracks to stereo (render pre-fader, save/remove items and online FX). Gunakan versi mono jika ingin mendapatkan hasil render mono (ex: bass, vokal, dll)
  4. Efek pada track akan hilang dan audio akan berubah dengan hasil render yang baru
  5. Jika ingin memodifikasi efek klik kanan pada track > Render/Freeze tracks > Unfreeze tracks (restore previous items and FX)
  6. Maka audio yang lama akan keluar beserta dengan efek yang tersimpan
  7. Keuntungan Freeze track: hemat RAM, CPU tidak mudah loading/hang, efek bisa diganti dengan mudah jika ada perubahan.
    Kerugian: tidak ada...! 😊
E. Merekam MIDI dan VST instrument dengan contoh KONTAKT
  1. Klik kanan pada tempat track > Insert Virtual Instrument on new track... > pilih instrumen yang diinginkan, kali ini kita pilih KONTAKT
  2. Pilih satu suara > drag-n-drop ke layar utama. Setiap kita tambah satu instrumen maka akan diatur otomatis 1 suara 1 channel MIDI.
  3. Untuk memudahkan rekaman kita buat track baru untuk setiap satu channel. Sehingga dibutuhkan 16 track untuk 16 channel. Caranya adalah klik kanan pada nama efek di jendela FX Chain > Build 16 channel of MIDI routing to this track
  4. Nyalakan tombol rekam pada track channel 1, maka akan bunyi suara yang kita loading pertama kali dan seterusnya..
  5. Untuk memudahkan kita mixing audio dari setiap suara pada setiap channel, kita perlu membuat track output audio dari setiap suara pada VST. Caranya: klik kanan pada nama efek di jendela FX Chain > Build multichannel routing for output of selected FX...
  6. Maka akan muncul track baru sejumlah output yang kita miliki. Di sini kita bisa mixing suara audio yang keluar dari setiap channel milik VST instrumen dengan mudah. Seperti mengatur volume, panning, solo, mute, memberi efek, dll.
  7. Untuk menghemat RAM kita bisa freeze track output audio yang baru kita buat dan menyembunyikan track MIDI dan VSTi dari Track Manager (shortcut: Ctrl + Shift + M)
 Masih ada hal yang kurang jelas? Tanyakan pada kolom komentar di bawah...! 😀

Sabtu, 25 Februari 2017

Zero2Hero: Mulai Rekam Audio (bag. 4)

Halo, salam semua!
Pernahkah terpikir kenapa hasil rekaman Home Studio tidak bisa menghasilkan kualitas profesional?
Atau kenapa kualitas mixing kita tidak bisa bersaing dengan lagu-lagu band papan atas?

Ketahuilah jawaban dari pertanyaan itu semua ada pada langkah awal: MEREKAM AUDIO.
Jika sebuah lagu telah direkam dengan take terbaik, seringkali akan didapati audio-audio itu seakan mampu menge-mix dengan sendirinya. Bahkan bisa dikatakan, mixing hanyalah formalitas saja. Tapi kenyataannya, kebanyakan hasil take rekaman dari Home Studio itu sangatlah jauh dari kata sempurna. Sehingga, tak heran mixing menjadi kesusahan dan hasilnya dipastikan belepotan. Ingatlah selalu, bahwa lagu yang baik tidak bisa tercipta kecuali jika hasil rekaman awalnya memang baik. Maka, proses awal merekam audio ini sangatlah menentukan hasil akhir dari lagu. 
 
Maka, untuk hasil take yang lebih baik perhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Hindari pola pikir 'perbaiki nanti saja saat mixing'. Pola pikir seperti itu hanya akan menghasilkan lagu yang bernuansa robot dan tidak bisa dinikmati. Karena, sebagus apapun teknik edit audio tidak akan bisa mengalahkan skill dan sentuhan emosi dari seorang musisi.
  2. Berangkat dari masalah di atas, maka sangatlah penting mengadakan latihan berulang kali dan gladi bersama produser (penanggung jawab quality control album) sebelum memulai proses rekaman. 
  3. Pastikan aransemen dan segala jenis variasi permainan sudah final dan fixed sebelum rekaman dimulai. Ini untuk mencegah take ulang yang boros waktu dan tenaga.
  4. Biasakan untuk berlatih dengan menggunakan metronome. Karena, penggunaan metronome merupakan hal mutlak yang tidak bisa dihindari saat rekaman.
  5. Penentuan tempo harus benar-benar sesuai dengan mood dan nuansa lagu yang dibawakan. Cobalah berbagai tempo dengan metronome dan pilihlah yang benar-benar tepat.
  6. Memilih tone gitar dan keyboard yang tepat sangat menentukan emosi musisi saat rekaman. Jangan pernah ragu untuk menghabiskan waktu memilih efek dan suara yang tepat sebelum rekaman.
  7. Gunakan instrumen yang benar-benar nyaman digunakan oleh musisi saat rekaman. Rasa nyaman akan menciptakan mood dan emosi yang positif pada lagu.
  8. Selalu lakukan tuning pada drum dan gitar hingga mendapatkan tone yang tepat dan posisi take yang benar-benar nyaman (drummer). Gitar harus selalu dicek tuningnya setiap akan take karena sangat rentan berubah dengan mudah.
  9. Hindari memperbanyak tembelan saat taking. Jika take dirasa kurang bagus, lebih baik take ulang dari pergantian bagian lagu atau, jika mungkin, dari awal.
  10. Jika merasa kesulitan mendapat take yang bagus, maka introspeksi diri dengan meningkatkan skill musik dan memperbanyak latihan.
  11. Take vokal sangatlah dipengaruhi oleh mood dan emosi vokalis saat rekaman. Pilih waktu yang tepat serta ciptakan rasa nyaman dan mood yang baik saat take vokal.
  12. Vokalis yang luar biasa akan menjadi biasa saja jika pemilihan mic dan posisi take vokal kurang tepat. Pastikan untuk mencoba merekam beberapa frasa lirik dengan berbagai mic yang ada dan berbagai posisi sambil mengamati audio yang terekam hingga mendapatkan tone yang benar-benar bagus,
  13. Gunakan preamp microphone dan compressor analog untuk mendapatkan tone vokal yang lebih maksimal. Contoh mic preamp yang bagus adalah Octopre MKII dari Focusrite.
  14. Selalu atur knob input pada soundcard anda untuk mendapatkan level volume yang tepat. Gunakan aturan -18 db dalam merekam dengan digital recording.
  15. Selalu batasi jumlah take maksimal sebanyak 3 kali. Hal ini untuk memudahkan proses mixing nantinya dan tentu saja berguna untuk menekan musisi agar bisa menampilkan permainan terbaiknya saat rekaman.
Take yang baik memiliki ciri-ciri khas, di antaranya:
  • Sesuai dengan tempo metronome/beat drum
  • Sesuai dengan nada yang diinginkan/tidak fals
  • Memiliki tone yang berkarakter tepat dan sesuai dengan lagu yang dibawakan

Ikuti video berikut ini untuk penjelasan pengaturan rekaman dan tips take record yang baik.




RINGKASAN TRANSKRIP VIDEO

SETTING TAMBAHAN:

  1. Mencegah REAPER buka project terakhir:
    Ctrl + P > General > Startup Settings > Open Project(s) on startup: ganti ke [Prompt]
  2. Buat folder project:Ctrl + S > Centrang [Create Subdirectory for Project] dan [Copy all media into project directory]
  3. Buat folder khusus file Audio:
    Alt + Enter > tab Media > Path to save media files > ketik dengan 'Audio' (nama bebas terserah anda)
  4. Buat folder khusus file peaks REAPER:
    Ctrl + P > klik setting [Media] > Centrang [Put new peak  files in peaks/subfolder relative to media]
  5. Menyalakan Metronome:Klik tombol metronome hingga menyala terang atau dengan cara klik kanan pada tombol metronome > centrang [Enable metronome]
  6. Memberi jarak sebelum memulai rekam:
    Klik kanan pada tombol metronome > Centrang [Pre-roll before recording] > Tentukan angka jumlah bar sebelum mulai merekam pada [Pre-roll measures]

MEMULAI REKAM:

  1. Klik tombol rekam yang berwarna bulat merah hingga menyala untuk menentukan track yang akan merekam audio.
  2. Klik juga icon speaker untuk menyalakan monitor suara yang akan direkam
  3. Mulai merekam dengan menekan Ctrl + R
  4. Berhenti merekam ada 2 cara:
    • Tekan Ctrl + R untuk menghentikan rekaman tanpa konfirmasi simpan atau tidak
    • Tekan Spasi untuk menghentikan rekaman dan konfirmasi. Jika disimpan klik Save all, jika batal disimpan klik Delete all.
  5. Jika merekam pastikan untuk selalu berpatokan pada rata-rata level -18db sampai -6 db. Tujuannya adalah:
    • Menghindari clipping yang sangat berbahaya di dunia digital recording
    • Mengoptimalkan kinerja efek plugin saat proses mixing
    • Memberi headroom (ruang kosong) untuk proses mixing dan mastering
    • Alasan lainnya: tidak ada keuntungan merekam dengan level maksimal sebagaimana yang didapati zaman rekaman analog dahulu kala.

CARA OVERDUBBING (MENAMBAL CACAT REKAMAN)

  1. Klik kanan pada tombol rekam di Transport Bar > pilih [Record mode: time selection auto punch]
  2. Drag/klik-tahan pada bagian yang ingin ditambal hingga muncul area putih pada Arrange View
  3. Klik pada bagian sebelum bagian yang akan ditembel dan mulailah merekam. Berhenti merekam setelah melewati bagian yang ditambal
  4. Tekan Ctrl + L untuk menampilkan semua take yang sudah direkam
  5. Pilih take yang terbaik dengan klik pada take yang diinginkan
  6. Kita bisa memilih take terbaik pada bagian-bagian tertentu. Caranya klik tempat potongan dan tekan huruf S untuk memotong dan klik pada take yang ingin diaktifkan.

 MENGAKTIFKAN AUTO-BACKUP/AUTO-SAVE

  1. Buat folder khusus untuk menyimpan file auto-save. Contohnya: C:/temp-reaper
  2. Tekan Ctrl + P > klik setting bagian [Project
  3. Ketik angka periode menit untuk save otomatis pada kotak kosong di samping [Every]
  4. Centrang pada [Save to timestamped file in additional directory]
  5. Tekan Browse dan arahkan pada folder khusus auto-save yang kita buat di awal tadi
  6. Tekan OK
  7. Jika mati listrik dan anda belum save proyek anda, buka folder auto-save dan urutkan filenya berdasarkan Date Modified. Lalu buka auto-save proyek anda dengan tanggal dan waktu yang terbaru.
  8. Simpan auto-save tadi dengan menimpa file aslinya. Jangan lupa untuk menghilangkan centrang pada [Create Subdirectory for Project] supaya tidak membuat folder proyek baru.

Minggu, 19 Februari 2017

Zero2Hero: Mengenal Tampilan REAPER (bag. 3)

Halo, salam semua!
Pada tutorial ke-3 kali ini kita akan mengenal penggunaan track, mixer dan setting dalam REAPER.
Hal ini sangat pentiing bagi yang belum pernah menggunakan software rekaman maupun bagi yang sudah terbiasa menggunakan DAW lain, semisal: Cubase, ProTools, SONAR, dll.

Tentunya, itu supaya pengguna awam bisa berkreasi dengan maksimal dan tidak meraba-raba dalam memanfaatkan REAPER untuk audio production. Jika kita terburu-buru berkreasi tanpa mengenal tampilannya, dapat dipastikan pola kerjanya akan lambat, salah, dan tidak tepat. Hal yang dikupas di sini tidak melulu teori. Kita juga bisa menggunakan praktek dengan menggunakan audio dari link yang disediakan. Anda pun bisa juga mencoba fitur REAPER dengan file musik mp3 yang anda punya.

Langsung saja, berikut video ke-3:


 Transkrip video:
  1. Track Panel
    • REAPER memiliki 3 bagian utama: Track Panel, Arrangement View, dan Mixer.
    • Track baru dibuat dengan cara klik 2 kali pada Track Panel
    • Track ini tipenya tidak dibeda-bedakan atau dibatasi. Satu track bisa memuat: Audio mono, audio stereo, MIDI, Instrumen, bahkan Video. Semuanya dapat ditampung dalam satu track sekaligus.
    • Track memiliki tombol: S (solo), M (mute), Record, Monitoring, dan lain-lain. Kita bahas lebih lanjut seiring berjalannya tutorial.
    • Kita bisa mixing sederhana dengan mengatur fader volume dan knob panning. Mau pelan, keras, ke kiri, atau ke kanan, semuanya dapat dilakukan di Track Panel
  2. Transport (control)
    • Tombol utama: Play, Pause, Stop, Record, Ke awal proyek, Ke akhir proyek.
    • Big Clock menunjukkan posisi cursor saat play dan diam. 
    • Tempo dapat kita atur dengan mudah dan dapat diganti di tengah rekaman jika tidak sesuai dengan keinginan.
    • Birama lagu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan lagu (3/4, 4/4, 6/8, dll).
    • Slider Rate untuk mengatur kecepatan playback REAPER
  3. Ruler/Timeline
    • Berfungsi menunjukkan detik:menit dan nomor bar lagu. Nomor bar dan detik:menit pada kursor di atas ruler sinkron dengan yang tertera pada Big Clock.
    • Angka yang ditampilkan dapat diubah melalui opsi yang muncul dari klik kanan Timeline
  4.  Zoom
    • Kita dapat zoom secara horisontal dengan scroll mouse di atas arrangement View.
    • Zoom vertical dilakukan dengan cara Ctrl+Scroll mouse
  5.  Mixer
    • Mixer dibuka dengan tekan tombol Ctrl+M
    • Untuk meninggikan semua track, tekan Ctrl +Drag ke atas
    • Untuk meninggikan beberapa track yang diseleksi, tekan Alt+Drag ke atas
  6.  Lain-lain
    • Kita dapat mengubah tema/tampilan umum REAPER dari Options >> Themes
    • Kita dapat mengubah layout track dan mixer lewat Options >> Layouts
    • Setting REAPER bisa kita akses lewat Options >> Preferences atau Ctrl+P
    • Untuk memahami fungsi REAPER lebih lanjut silahkan mencoba untuk klik kanan pada setiap tombol dan ikon REAPER

Jangan Lupa: Update baru hari JUM'AT MALAM setiap minggu
Always try, never give up till you do it!

Sabtu, 11 Februari 2017

Zero2Hero: Mengatur Setting Driver Audio, MIDI, dan VST (bag. 2)

Hallo, salam semua!
Sesuai janji, seri tutorial ini kembali update tepatnya pada hari Jumat malam setiap minggu!
So, jangan sampai kelewatan setiap episodenya.
Kali ini kita akan mengenal setting dari REAPER yang meliputi:
  • Driver Audio Soundcard
  • MIDI input lewat USB
  • Plugin VST 
Sebenarnya masih banyak lagi setting yang bisa kita ubah sesuka hati di REAPER. Tapi 3 hal ini merupakan masalah utama yang harus dikuasai sebelum memulai proses rekaman. So, langsung saja ikuti dengan seksama. Jangan lupa untuk like, subscribe, komen, dan share ke teman-teman anda.

Jangan Lupa: Update baru hari JUM'AT MALAM setiap minggu!



TRANSKRIP VIDEO
Setting Audio Driver
  1. Gunakan driver audio sesuai dengan soundcard yang digunakan. Biasanya didapat dari bundel packing CD software ketika membeli soundcard. Jika hilang bisa didownload pada website resmi soundcard yang anda miliki.
  2. Setting Audio Latency atau ASIO BUFFER SIZE menentukan kecepatan sinyal dan beban komputer. Saya anjurkan menggunakan setting berikut:
    • UNTUK REKAMAN: setting ke nilai kecil/rendah untuk menghindari delay saat rekaman, efek sampingnya komputer agak berat. Hindari menggunakan banyak plugin saat rekaman.
    • UNTUK MIXING: seting ke nilai besar/tinggi untuk menghindari beban komputer yang terlalu berat. Sangat membantu saat kita menggunakan banyak plugin di DAW. Jika ingin merekam ulang, jangan lupa untuk mengubah nilainya ke rendah lagi dan mematikan plugin tambahan (EQ/Compressor/reverb/delay/saturation/dll).
Setting Input MIDI
  1. Colokkan kabel USB dari controller ke komputer. Jika ada driver bawaan dari pabrik, install dulu untuk menghindari kegagalan setting.
  2. Buka MIDI Devices, lalu dobel-klik nama MIDI Controller, centrang 2 macam Enabled pada setting.
  3. Buat track baru dengan input MIDI Controller anda dan tekan tombol record. Maka sinyal MIDI akan masuk dan terbaca oleh REAPER
Setting Plugin VST
  1. Buka setting VST masukkan path (alur folder) ke arah:
    • C:/Program Files/VSTPlugins untuk plugin versi 64-bit
    • C:/Program Files (x86)/VSTPlugins untuk plugin versi 32-bit 
  2. Ketika anda menginstall VST Plugin baru arahkan folder instalasi VST2 ke alur folder yang sudah kita tentukan di atas, sesuai dengan tipe plugin (64/32-bit)
  3. Jika selesai, tekan tombol Re-Scan di bawah tempat folder tadi.
  4. Tunggu sebentar, plugin akan tampil pada daftar VST Plugin di REAPER
Jangan takut untuk mencoba. Kunci keberhasilan adalah PRAKTEK, PRAKTEK, dan PRAKTEK....!