Jumat, 18 September 2015

MIXING: Mengenal Equalizer

Equalizer artinya 'menyamakan'. Apanya yang disamakan? Jadi, begini ceritanya. Ketika ada gitar dengan warna suara khas alaminya melewati mic/pickup dan kabel sekian panjang dan diproses melalui berbagai macam alat dan software audio, ternyata suara yang keluar dari speaker sangatlah berbeda. Entah itu mendem (terlalu banyak low-freq), cempreng (terlalu banyak hi-freq), atau seperti radio (terlalu banyak mid-freq), dsb. Nah, tugas equalizer adalah menyamakan hasil suara speaker dengan suara aslinya. Dengan kata lain, Equalizer mengeluarkan kembali potensi suara aslinya.

Kamis, 17 September 2015

EDITING: Koreksi pitch vokal

Di beberapa hal, REAPER masih membutuhkan software lain untuk mengedit audio. Seperti: mengubah pitch, warna suara, menghilangkan reverb, menghilangkan noise, dsb. Memang ada vst plugin bawaan REAPER (ReaPlugs) dengan ReaTune untuk edit pitch. Akan tetapi, bagi sebagian orang, itu masih kurang memadai. 

Salah satu software pitch-editing yang terkenal adalah Celemony Melodyne. Software ini memang berbayar dan anda harus membeli untuk menggunakan fitur lengkapnya. Namun, dijamin fals apapun vokalnya, akan menjadi perfect tanpa cacat! Kita bisa menggunakannya sebagai VST, atau melalui ReWire, atau melalui programnya sendiri (standalone program; .exe). Berikut cara pemasangannya di REAPER:

Rabu, 16 September 2015

EDITING: Live-Record Drum Tracks

Seringkali drummer grogi atau kurang menguasai lagu dan kurang latihan ketika rekaman sehingga selalu salah dalam mengikuti ketukan tempo. Sudah berulangkali diulang, tetap salah. Bagaimana solusinya?

Tenang, REAPER merupakan DAW yang unggul dengan fitur Quantize-nya yang memungkinkan kita edit track drum dari Live-Record hanya dalam 10 menit!

Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka proyek dengan drum track mentahnya. Lalu buat track baru (Ctrl+T) dan seret ke atas semua track drum yang ada.


2. Beri nama track baru tadi dengan "DRUM-TRACKS". Lalu pilih semua track drum dan seret ke arah track baru tadi sehingga muncul garis biru. Garis biru itu ada yang panjang ada yang pendek. Pilih yang pendek dengan cara menahan dragnya ke tengah track baru tadi.

3. Track baru itu sekarang berstatus folder. Lalu, klik tombol Solo pada folder DRUM-TRACKS, juga pada track Kick-drum dan Snare-drum.


4. Klik kanan pada folder DRUM-TRACKS dan pilih Render/Freeze Tracks lalu Render tracks to mono stem tracks (and mute originals)


5. Maka akan muncul track baru bernama track DRUM-TRACKS - stem. Pindahlah ke tepat di bawah folder DRUM-TRACKS.


6. Pilih semua items/gambar audio dari semua track drum dan tekan G (untuk Grouping). Akan muncul icon rantai nantinya


8. Perbesar track drum stem tadi dan pilih itemnya. Lalu tekan huruf D.  Atur seperti di gambar berikut. (Centrang When gate opens; Biarkan When gate closes;  Pilih Replace stretch markers in selected items and add to grouped items)



9. Klik Set Transient Sensitivity dan atur Threshold. Pastikan gelombang terkecil dari senar dan kick masuk jangkauan threshold (menyentuh/di luar garis). Cek semua gelombang hingga akhir lagu. Setelah itu, keluar dan klik Split


10. Setelah itu, muncullah tanda stretch marker berwarna biru dengan icon wajik. Buka setting snap dengan klik kanan pada ikon magnet. Atur Grid snap spacing ke 1/16 (bisa diubah ke 1/32 atau 1/64; angka penyebutnya semakin banyak jika permainan drumnya semakin rapat)



11. Klik kanan di atas stretch markers dan klik Stretch markers dan pilih Snap stretch markers to grid

12. Selesai! Dijamin deh permainan drumnya bakalan perfect tanpa ada miss hanya dalam waktu kurang dari 5 menit! Namun jika didengar masih ada salah, silahkan edit secara manual dengan menggeser garis stretch marker ke kanan/kiri hingga sesuai dengan ketukan yang diinginkan. Biasanya ditemukan kejanggalan di solo drum/variasi dan fill.
Jika ada tom/hi-hat/cymbal yang belum beres klik pada gelombangnya dan tekan Shift+W untuk menambah stretch marker. Lalu, atur dengan drag kanan-kiri.
Good Luck!

Senin, 14 September 2015

TRACKING: Mulai Merekam!

OK, setelah setting track, kita tiba di intinya dari recording. Proses ini dinamain "taking" karena memang proses mengambil suara. Nama lainnya adalah "tracking" karena merekamnya per track. Karena selain perekaman per track ada juga "live-recording" yaitu proses rekaman banyak instrumen sekaligus menjadi satu file audio. Live recording merupakan metode rekaman yang pertama kali ada hingga tahun 1960-an ketika multi-track recording mulai menyebar luas. 

Sabtu, 12 September 2015

Jumat, 11 September 2015

TRACKING: Setup per Track

TAKING - Sampailah kita kepada inti dari recording yaitu Taking/Tracking. Akan tetapi, sebelum kita memulai proses rekaman kita harus mengatur setting per track yang akan digunakan.

Istilahnya adalah Pre-FX (baca: Pre-Effects), dimana kita memasang efek VST Plugin ke track yang akan merekam dan pengaruhnya akan permanen menjadi audio wav utuh. Jadi, tidak akan bisa dirubah lagi. Maka dari itu, FX yang ada harus sesuai dan sudah diuji coba sebelum proses rekaman.

PRE-TAKE: Persiapan Pra-Recording

Rekaman tidak semudah membuat mie instan. Perlu banyak persiapan sebelum proses taking dimulai di studio rekaman. Dan hal ini tidak lepas dari peran besar musikus atau klien yang memainkan instrumen yang akan direkam. Berikut poin-poin umum dalam persiapan pra-recording:

Selasa, 25 Agustus 2015

RECORDING: Step-by-step

Sepertinya posting dari kemarin isinya perkenalan melulu ya? Yah, memang kita harus tahu banyak hal dulu sebelum memulai recording. Maka untuk mempersingkat waktu kita langsung berbicara soal recording nih. 

Berbicara soal recording orang pasti terbayang studio yang megah dan mewah dengan biaya rekam yang mahal. Tapi tidak dengan yang satu ini. Tutorial di sini kita tujukan untuk Home Recording dengan budget yang murah. Tapi, sebelum memulai kita harus mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah recording secara keseluruhan dan konsep sebelum menginjak proses teknisnya.

Minggu, 23 Agustus 2015

Pilihan Soundcard atau Audio Interface

Waktu berjalan, tanpa terasa sudah sekian lama tidak update posting. Untuk kali ini, kita akan mengenal sedikit demi sedikit tentang audio interface atau biasa disebut dengan soundcard.

Hal ini harus kita ketahui karena recording tanpa soundcard itu sangatlah mustahil. Karena audio tidak mungkin masuk ke dalam software dan terekam tanpa melewati soundcard ini. Sedangkan kualitas soundcard pastinya akan sangat mempengaruhi kualits audio yang terekam nantinya. Jika soundcard bagus, maka audio yang terekam juga bagus. Dan begitu pula sebaliknya.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Mengenal tampilan REAPER

Selesai sudah kita menginstall berbagai macam kebutuhan dasar sebuah DAW (Digital Audio Workstation). Sekarang saatnya kita mulai mengenal bagian-bagian dari tampilan window DAW Reaper ini.

Seorang mixing engineer sebagus apapun tidak akan mampu bekerja maksimal tanpa mengenal DAW yang digunakannya. Maka dari itu, sebagai permulaan kita harus mengenal tugas masing-masing tombol dan icon sehingga memudahkan kita bekerja nantinya dalam recording, mixing, ataupun mastering.

Kamis, 30 Juli 2015

Audio Driver & Latency

Audio Driver merupakan salah satu elemen penting dalam proses recording dengan DAW apapun. Audio driver ini lah yang mampu membuat suara dari DAW dapat diproses keluar menjadi audio output yang bisa kita dengar melalui speaker. Tanpanya, audio dalam DAW hanya berupa gambar tanpa suara yang keluar.

Salah satu jenis audio driver yang paling populer adalah ASIO4ALL. Sesuai dengan namanya, driver ini merupakan driver general (umum) yang bisa dipakai di segala macam DAW. Tapi, ia hanya mampu melakukan proses playback saja tanpa merekam. Sedangkan untuk merekam, kita pasti menggunakan audio driver bawaan dari soundcard masing-masing.

Rabu, 29 Juli 2015

Install Tema Reaper


REAPER hadir dengan kuatnya dukungan komunitas yang sangat cepat dalam menanggapi setiap masalah usernya. Komunitas ini juga lah yang ikut mengembangkan REAPER dengan membuat tema, toolbar, shortcut, bahkan plugin. Untuk mengaksesnya, silahkan akses link Forum REAPER maupun REAPER STASH

Untuk mengefisienkan kinerja REAPER, ada sebuah tema yang penulis rekomendasikan untuk harus diinstall dan merupakan tema yang sudah di-custom sehingga banyak fitur yang dapat lebih mudah diakses. Tema tersebut adalah RADO v4. Cara penginstall-annya pun sangat mudah;

Selasa, 28 Juli 2015

Install REAPER

REAPER merupakan salah satu program Digital Audio Workstation (DAW) yang cukup unik. Program ini merupakan satu-satunya DAW dengan ukuran mini, hanya 8 MB. Bandingkan saja dengan Cool Edit PRO, software familiar untuk editing audio, yang terkenal untuk mengedit MP3 itu berukuran lebih besar, 15 MB. Apalagi DAW favorit studio rekaman pada umumnya, Nuendo dan Cubase, yang bisa mencapai 4-10 GB lebih. Dikatakan dalam websitenya:
"Tightly coded - installer is only a few MB, updates can be installed in less than a minute"

"REAPER starts and loads fast - be ready to record in just a few seconds"   

Keren kan? Bagaimana cara installnya? Lanjut deh.

Senin, 27 Juli 2015

BASIC: Apa saja yang dibutuhkan dalam Recording?

Semakin berkembangnya zaman, orang semakin mudah saja untuk berkreasi dengan musik. Dan untuk hari ini saja, hanya dengan laptop setiap orang bisa membuat lagu sendiri. Akan tetapi, muncullah pertanyaan yang mengusik ketika ingin rekaman sendiri untuk pertama kalinya: Apa saja alat yang diperlukan untuk merekam sebuah lagu?

Tutorial ini, perlu diingat, dikhususkan untuk setiap pemula dalam dunia recording. Singkatnya, yang penting jadi satu lagu dulu! Maka, kita tidak perlu muluk-muluk membeli alat-alat mahal yang belum tentu kita butuhkan dalam rekaman sederhana. Sekalipun ada, maka kemampuan mengoperasikan alat tersebut mutlak harus dikuasai. So, paling tidak untuk rekaman sebuah lagu yang sederhana kita memerlukan berikut ini: