Kamis, 10 November 2016

RESOURCE: E-Home Recording

Banyak sekali website di dunia maya yang membahas tentang tips audio dan rekaman dengan budget home-recording. Namun, sangat sedikit yang mampu membahas dengan runtut dan mendalam tentang persiapan dasar dalam membangun studio, membeli gear dan hardware, mengatur akustik ruang, memilih microphone, hingga peletakan sound monitor.

Kemarin ini, admin menemukan website menarik yang bisa menjelaskan segala hal tentang home recording dengan sangat jelas dan tuntas, namanya E-Home Recording Studio. Website ini membuat post tidak sekedarnya saja. Tapi mengupas tuntas satu tema hingga kita merasa tidak perlu membaca sumber lain tentang tema tersebut.

Di antara tema penting yang dibahas adalah:

  1. Tips membuat studio kedap suara
  2. Penataan studio rekaman
  3. Tips memilih gear (sound monitor, soundcard, microphone)
  4. Ilmu dasar tentang Audio Digital 
  5. Ilmu perkabelan (macam kabel, jack, dan snake, dan cara nyolder)
  6. Tips merekam vocal, gitar, dan drum
  7. Dan banyak lagi yang lainnya

Saking banyaknya, mungkin kita tidak akan punya banyak waktu untuk membacanya. Kenapa tidak kita download saja? Sayang, downloadnya ternyata membutuhkan proses registrasi email yang cukup ribet.

Mumpung admin baik hati, maka kali ini kita nge-share pdf lengkap dari satu web! Dari setup awal studio sampai tetek bengek lainnya. Tunggu apa lagi, langsung sedooot. 

Senin, 17 Oktober 2016

FREE TUTORIAL: Mixing dengan WAVES Plugins

Halo semua....
Sudah lama ga nge-blog nih, mohon maaf yaa....
Untuk kali ini kita akan belajar mixing DARI AWAL SAMPAI AKHIR melalui tutorial dari salah satu 'guru' favorit saya dalam mixing, Graham Cochrane, pemilik blog terkenal dalam dunia mixing The Recording Revolution.

Biasanya dia memberi tutorial dengan menggunakan plugin gratis. Bedanya untuk kali ini ia memberikan tips untuk mixing dengan menggunakan plugin premium alias berbayar yang sangat terkenal, WAVES. Jika anda memungkinkan untuk membeli harganya mencapai belasan juta rupiah. Tapi, jika anda ingin mencobanya terlebih dahulu anda dapat mendownloadnya lewat VSTorrent.

www.waves.com/courses/start-mixing-with-plugins

Yang lebih penting lagi sebenarnya bukan pake PLUGIN APA, tapi lebih tepat lagi adalah BAGAIMANA CARA MENGGUNAKANNYA. Dan di tutorial yang berjudul 'Start Mixing with Plugins' ini lah kita akan belajar mixing dengan memahami fungsi, peran, dan penggunaan setiap plugin. Langsung aja klik di link berikut:
www.waves.com/courses/start-mixing-with-plugins
Ada 7 bagian tutorial, setiap bagian sebenarnya baru bisa ditonton jika memiliki account di sana alias login dulu. Tapi, demi pembaca semua, saya share link youtube-nya langsung. Untuk bahasanya yang bahasa Inggris, anda bisa menggunakan fitur CC subtitle dari Youtube di bagian layar kanan bawah. Tunggu apalagi, Let's Go!

LINK YOUTUBE

Chapter 1: Setting Up Your Master Buss

Chapter 2: Mixing Drums

Chapter 3: Mixing Bass

Chapter 4: Mixing Guitar/Synths/Keyboard

Chapter 5: Mixing Vocals

Chapter 6: Adding Reverb and Delay

Chapter 7: Pre-Mastering & Rendering

Senin, 18 April 2016

EDITING: Editing Dasar dengan REAPER

Kita sudah memasuki banyak alat penting dalam mixing tapi ternyata kita melupakan beberapa hal dasar dalam mixing, yaitu cara editing dasar dengan menggunakan REAPER seperti: memotong/split, menggabung/join, grouping, membuat fade-in dn fade-out, membuat penanda/marker, mengatur volume dan pan di mixer atau track control panel, mute track, solo track, mengatur volume item, menambah efek, dan lain sebagainya.

Maka kali ini, kita akan membahas tuntas semuanya sehingga mixing menjadi mudah dan nyaman dengan REAPER.

A.MENGENAL TOMBOL KONTROL PADA TRACK

1. I/O: Untuk Routing dan Channel Splitting (akan dibahas lebih lanjut)
2. Volume Fader: Geseran untuk mengatur volume
3. (M)ute dan (S)olo: M (Mute) dan S (Solo)
4. Pan Fader: Mengatur panning (Left/Center/Right)
5. FX (baca: efek) : Menambah/mengurangi FX dan menghidup-matikan FX (bypass)
6. Envelope: Mengatur naik-turun volume/pan/efek tertentu
7. Input Select: Memilih input Recording
8a. Tombol Record: Nyalakan jika akan direkam
8b. Tombol Record Monitor: Nyalakan agar bisa memonitor suara yang terekam

Volume Control



Kombinasi tombol


Pengaruh

Klik + Drag

Atur volume atas bawah

Alt + Klik + Drag

Mengembalikan fader ke posisi normal

Ctrl + Shift + Drag

Ketika menyeleksi banyak track, maka volume 1 track saja yang berubah

Ctrl + klik + drag

Mengatur volume lebih detil


Pan Controls


Kombinasi tombol

Pengaruh

Klik + Drag

Mengatur panning ke kanan/kiri

Alt + Klik + Drag

Mengembalikan fader ke posisi normal (0 = center)

Ctrl + Shift + Klik + Drag

Ketika menyeleksi banyak track, maka panning 1 track saja yang berubah

Ctrl + Klik + Drag

Mengatur panning lebih detil

Mute Control


Kombinasi tombol

Pengaruh

Klik 1x

Mematikan suara satu track tersebut; tanpa mengubah track lainnya

Shift + Klik

Ketika menyeleksi banyak track, maka  1 track
saja yang mati

Ctrl + Klik

Menghapus status mute semua track

Alt + Klik

Mematikan semua track selain satu track tersebut

Ctrl + Alt + Klik

Mematika 1 track tsb dan menghidupkan semua
track selainnya

B. TRANSPORT PANEL


1. Ke awal lagu. 
   Shortcut keyboard: tekan W
2. Stop play
   Shortcut keyboard: tekan Spasi
3. Play
   Shortcut keyboard: tekan  Spasi
4. Pause
   Shortcut keyboard: tekan Ctrl+Spasi
5. Ke akhir lagu
   Shortcut keyboard: tekan End
6. Rekam
   Shortcut keyboard: tekan Ctrl+R
7. Repeat [ulang otomatis]
   Shortcut keyboard: tekan R  
8. Panel Menit 
9. Pengaturan Tempo 
Klik terus pada huruf BPM sesuai kecepatan tempo untuk menentukan tempo manual
10. Panel Beat
Ubah ke 3/4, 2/4, 6/8, dan sebagainya

*) Tombol lain tidak terlalu penting :)

C. EDITING DASAR

 1. Potong Lagu

Klik pada gelombang file-nya pada menit ke-berapa lalu tekan huruf 'S' pada keyboard.

Lagu terpotong jadi dua bagian. Potongan bisa dihapus, digeser, ditumpuk dengan lagu lain, dst.

2.  Membuat fade-in/fade-out

Fade-Out = Semakin lama semakin hilang
Fade-In = Hilang lalu semakin lama semakin keras

Klik pada bagian pojok kanan atas gelombang, hingga kursor mouse berubah.

Klik-tahan lalu geser ke kiri. Jadilah Fade-Out

untuk membuat fade-in, mudah saja. Cukup arahkan kursor ke pojok kiri atas gelombang, lalu tahan dan geser ke kanan.

3. Transisi antar Lagu

Klik lagu yang mau ditransisi, lalu geser ke lagu sebelum/sesudahnya. Kita akan menemukan fade-in dan fade-out otomatis yang terbentuk (seperti huruf X). Coba di-play dengan menekan spasi. Maka perpindahan akan terdengar halus.


Senin, 15 Februari 2016

MIXING: Mengenal Limiter untuk Menghindari Klip

Seringkali kita menemukan sebuah track mengalami audio clip ketika proses mixing. Solusi cepatnya kita bisa saja menurunkan fader volume di panel mixer. Tapi, sekali lagi, suara yang pelan akan tidak terdengar. Lagian, sinyal yang bikin clip hanya segelintir saja.

Bingung? Biar beres, kita kenalan dulu dengan Limiter. Seperti namanya tugasnya adalah membatasi / memberi limit volume bagi track yang diproses. Bisa dikatakan limiter adalah compressor yang memiliki rasio sangat tinggi.

Sabtu, 13 Februari 2016

MIXING: Mengenal Compressor

Ketika melihat tutorial mixing di youtube, seringkali kita mendapati anjuran penggunaan Compressor untuk hasil yang lebih baik. Katanya sih, bagus untuk memperbaiki kualitas mixing sehingga lebih balance/seimbang dan menjadikan hasil mixing lebih menyatu. Tapi, apa sebenarnya Compressor itu? Bagaimana menggunakannya? Lanjut, gan...

Compressor sesuai namanya mengompres suara menjadi lebih stabil/balance. Jadi, seperti halnya anda memegang tombol fader (geseran) volume terus menerus. Jika terlalu keras dikecilkan, jika terlalu pelan, dibesarkan. Dan itu semua otomatis!

Kamis, 11 Februari 2016

MIXING: Mengenal Panning Sebagai Solusi

Pernah kita dengar sebuah lagu seakan gitar A di sisi kiri bersahutan dengan gitar B di kanan atau vokal A di tengah dan back vokal di kanan-kiri. Seakan kita melihat konser orkestra yang yang sangat megah dengan pengaturan letak setiap alat di berbagai sudut. Tetapi benarkah fungsi panning hanya untuk itu? Bisa ya, bisa tidak.

Sebenarnya, Panning berasal dari kata panorama. Panning sebenarnya gambaran yang diperoleh pendengar dari perbandingan seberapa banyak suara keluar dari speaker kanan dan kiri (stereo). Contohnya, jika suara suatu alat musik di kanan dan kiri sama kerasnya, berarti dead-center (di tengah). Jika lebih keras di speaker kiri berarti panning ke kiri sekian persen (ex: L 15 %). Jika suara lebih keras ke kanan dan tidak terdengar sama sekali di kiri berarti dead-right / extreme-right (100% di kanan).


Dalam audio recording panning berarti penyebaran/peletakan suara sehingga masing-masing alat musik memiliki tempat dan ruang tersendiri dan lebih nyaman didengar. Suara instrumen dapat di tempatkan di kiri atau kanan sesuai kebutuhan lagu. Panning dilakukan untuk mendapatkan kesan visualisasi tempat dari mixing kita. Dengan melakukan panning maka kita dapat membuat sebuah panggung bayangan sesuai imajinasi kita.

Berikut tips panning yang umum digunakan untuk tiap-tiap instrumen:

Instrument Posisi Keterangan
Kick Center Tengah untuk mendapatkan sound balance dan punch
Snare Center Instrument yang mengisi ritmik (inti)
Hat Antara L20 sampai L45 Seperti posisi set drum sebenarnya
Toms Mengelilingi Panning masing-masing Tom dari L sampai R, maksimal bernilai 70
Over Head Dead Left dan Dead Right
(ke kanan dan kiri pol)
Sesuai letak Overhead
Bass Center Center  membayangi kick drum
Gitas Elektrik L80 dan R80 2 track yang dipanning secara stereo
Gitar Akustik L50 dan R50 2 track dipanning secara stereo
Piano Bebas Isi kekosongan
String Bebas Atau untuk mengisi posisi yang kosong
Vocal Center King of Song harus di tengah
Teknik panning dari tabel diatas bukan standar, hanya tips dan sering digunakan oleh engineer studio recording, tapi tetap kembalilah ke imajinasi dan kreatifitas anda untuk menentukannya.

CATATAN:
  • Setelah selesai mixing dengan panning, coba dengarkan ulang melalui speaker mono (Klik "MONO" di master track; lihat gambar), apakah masih terdengar atau malah hilang sama sekali? 
 

  • Hati-HATI dengan panning asal-asalan extreme-left/right yang hanya menghasilkan BIG MONO, alias stereo tapi berasa mono!