Senin, 15 Februari 2016

MIXING: Mengenal Limiter untuk Menghindari Klip

Seringkali kita menemukan sebuah track mengalami audio clip ketika proses mixing. Solusi cepatnya kita bisa saja menurunkan fader volume di panel mixer. Tapi, sekali lagi, suara yang pelan akan tidak terdengar. Lagian, sinyal yang bikin clip hanya segelintir saja.

Bingung? Biar beres, kita kenalan dulu dengan Limiter. Seperti namanya tugasnya adalah membatasi / memberi limit volume bagi track yang diproses. Bisa dikatakan limiter adalah compressor yang memiliki rasio sangat tinggi.
Limiter ini sangat berguna ketika mixing drum yang direkam live record. Beberapa kali, pasti senar dipukul sangat keras sehingga melampaui batasnya. Akhirnya, clip deh.

Settingnya sangat mudah:
1. Threshold: atur sebanyak mana volume mau di-limit
2. Output Gain: atur seberapa keras volume yang keluar dari limiter

Hmm. Sepertinya sama ya dengan compressor?
Memang sama.
Bedanya limiter memiliki rasio tinggi yang paten/tidak bisa diubah.
Andaikan kita atur thresholdnya -3 db artinya sinyal akan dibatasi dibawah -3 db; tidak akan lebih dari itu.
=========================================================================

MASTER LIMITER

Limiter juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai akhir dari proses mastering lagu. Untuk hal ini, biasanya ia diletakkan di panel efek di master track.
Bedanya dengan limiter biasa adalah ia tidak hanya membatasi tapi juga mengangkat keseluruhan volume lagu; sangat mirip dengan maximizer. Jika kita tambah nilai thresholdnya maka yang terjadi adalah volume keseluruhan dari lagu akan naik, tapi dengan keadaan dikompresi. Dengan kata lain, dinamika antar lagu menjadi sangat tipis; hampir tidak ada.
Selain itu, ada juga fader out ceiling yang bertugas memberi batas maksimal besar volume lagu untuk menghindari clip.


PERHATIAN: Jangan over dalam menggunakan limiter saat proses mastering. Hasilnya hanya akan menadi dengan lagu yang rata, tidak dinamis, tidak musical, biasa saja, bahkan membosankan bagi pendengarnya. Cukup gunakan secukupnya saja, atau hindari sama sekali! Lebih baik gunakan multi-band compressor atau Equalizer sebagai pengganti limiter.

BRAND LIMITER FAVORIT:

  • BT-Limiter LM2S

FX bawaan NOMAD yang cukup efektif untuk memberi limit standar dalam track lagu. Biasa digunakan untuk limit vocal, bass (terutama ketika bermain slap), gitar, dan drum.

  • Limiter bawaan REAPER
 

Limiter bawaan REAPER yang cukup efektif, simpel dan sangat mudah penggunaanya. 

 BRAND MASTER LIMITER FAVORIT:


  • WAVES Limiter-Series

L1 UltraMaximizer

L2 Ultra Maximizer

L3 Multimaximizer


WAVES memang terkenal dengan plugin yang oke punya dengan harga yang setara. L1 dan L2 sangat simpel dengan setting sederhana. L3 lebih lengkap dengan adanya EQ dan multi band compressor. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing dan pilihan di tangan anda.

  • JS_Master Limiter bawan REAPER
Lagi-lagi dengan kemudahannya, REAPER menyajikan plugin sederhana yang cukup efektif dalam mastering.

Sekali lagi, semua memiliki kelebihan masing-masing. Anda pilih yang mana, semua keputusan di tangan anda.

tags: Fungsi limiter, limiter mastering, master limiter, hindari clip, hindari klip, mastering lagu, mixing lagu, VST, NOMAD, WAVES, REAPER, L1 limiter, L2 ultramaximizer, L3 multimaximizer

Share this

0 Comment to "MIXING: Mengenal Limiter untuk Menghindari Klip"

Posting Komentar