Sabtu, 13 Februari 2016

MIXING: Mengenal Compressor

Ketika melihat tutorial mixing di youtube, seringkali kita mendapati anjuran penggunaan Compressor untuk hasil yang lebih baik. Katanya sih, bagus untuk memperbaiki kualitas mixing sehingga lebih balance/seimbang dan menjadikan hasil mixing lebih menyatu. Tapi, apa sebenarnya Compressor itu? Bagaimana menggunakannya? Lanjut, gan...

Compressor sesuai namanya mengompres suara menjadi lebih stabil/balance. Jadi, seperti halnya anda memegang tombol fader (geseran) volume terus menerus. Jika terlalu keras dikecilkan, jika terlalu pelan, dibesarkan. Dan itu semua otomatis!

Contoh yang mudah kita lihat di vokal. Vokal pasti ada yang liriknya pelan banget (seperti kumur-kumur di awal lagu) dan ada yang saangat keras, terutama di chorus/reffrain. Jika kita biarkan apa adanya, lirik yang pelan tadi seperti orang kelelep (tenggelam): naik turun, terkadang terdengar terkadang hilang. Akibatnya, lirik tidak terdengar jelas, pendengar tidak mendapat pesan yang dimaksud, dan lagu pun tidak enjoy lagi rasanya.

Andai kita pelankan volumenya, lirik yang keras akan terdengar tapi kita tidak bisa mendengar lirik yang lemah. Sebaliknya, kalau kita tinggikan fader volumenya, suara yang pelan memang akan terdengar jelas, tetapi suara yang keras bakalan bikin speaker rusak!

Solusinya bagaimana? Gampang saja. Cukup pasang efek Compressor dan selesai masalah!


Compressor bertugas menekan sinyal audio yang terlalu keras hingga setara dengan sinyal audio yang lemah. Setelah stabil, baru kita angkat volume keseluruhan sehingga setiap kata dapat terdengar jelas detilnya.

Lihat gambar di atas. Compressor menekan gelombang yang terlalu keras sejauh batas threshold yang kita tentukan. Hasilnya sinyal menjadi stabil dan rata seperti di gelombang kedua. Terus, bagaimana cara settingnya? Lihat gambar di bawah.


Kita fokus ke tiga fader (geseran) di atas. 
1. Threshold: Mengatur seberapa jauh kita mengompres sinyal audio.
2. Ratio: Mengatur seberapa kuat kita mengompres sinyal. Rasio 20:1 artinya setiap 20db dikompres menjadi 1 db. Jika rasio 1:1 artinya tidak ada beda sebelum dan sesudah dikompres.
3. Gain: Mengangkat volume keseluruhan setelah rata/dikompres.

Pertama, geser threshold ke bawah sinyal (warna oranye) hingga dirasa cukup rata dengan gelombang yang terendah. Lalu, atur rasionya, semakin besar rasio semakin kecil volume hasilnya. Setelah dirasa cukup seimbang, angkat volume keseluruhan dengan menaikkan fader Gain.

Untuk Attack dan Release di atas bisa dilihat di diagram sinyal di bawah ini.
Garis merah adalah sebuah gelombang audio. Arsiran abu yang pertama adalah masa Attack. Artinya adalah masa seberapa cepat sebuah compressor bekerja menekan gelombang. Semakin kecil ms-nya semakin cepat dan bagus untuk mixing snare/kick/tom drum.

Release adalah daerah arsiran abu yang kedua. Yaitu masa seberapa cepat sebuah compressor berhenti menekan gelombang. Semakin besar ms-nya semakin lambat sinyal dilepas.

Tepatnya bagaimana baru bisa dipahami dengan latihan dan praktik berulang-ulang. Bisa jadi thresold sedikit saja dengan rasio sedang. Atau, gain diangkat banyak setelah dikompres. Itu semua tergantung hasil rekaman dan audio yang diproses.

Untuk jenis compressor sangat banyak, tapi dianjurkan anda memilih yang benar-benar anda pahami karakteristiknya, dengan kata lain, sering dipakai. Biasanya, para mixing engineer memiliki compressor favorit sendiri, di antaranya adalah:

  • Renaissance Compressor (R-Comp) 

Ini compressor berbayar bawaan Waves yang sudah sangat terkenal dalam dunia mixing dengan operasinya yang mudah dan sangat efektif. Bagus digunakan untuk mixing melodi gitar atau bass.

  • CLA Compressor

Compressor dengan banyak varian ini sangat terkenal efektif terutama untuk memproses vokal. Setiap vokal dengan compressor ini menjadi lebih tebal, berisi, keluar karakternya, dan jelas. Ada versi bawaan Waves maupun UAD Plugins. Recommended untuk mixing lagu pop.

  • ReaComp

Compressor simpel dan efektif dari REAPER Cockos. Setting lengkap meskipun sederhana.

Berikut video referensi untuk mendalami lebih lanjut tentang Compressor:




Perkenalan tentang Compressor mungkin cukup di sini, kita sambung lagi di posting yang akan datang. Happy Mixing!

Tags: Belajar Mixing, Compressor audio, Apa itu Compressor, Atur dinamika dengan Compressor, Mixing Lagu, Cara Mixing Lagu, Cara pakai compressor, CLA Waves, Renaissance Compressor, Setting Compressor

Share this

0 Comment to "MIXING: Mengenal Compressor"

Posting Komentar