Kamis, 11 Februari 2016

MIXING: Mengenal Panning Sebagai Solusi

Pernah kita dengar sebuah lagu seakan gitar A di sisi kiri bersahutan dengan gitar B di kanan atau vokal A di tengah dan back vokal di kanan-kiri. Seakan kita melihat konser orkestra yang yang sangat megah dengan pengaturan letak setiap alat di berbagai sudut. Tetapi benarkah fungsi panning hanya untuk itu? Bisa ya, bisa tidak.

Sebenarnya, Panning berasal dari kata panorama. Panning sebenarnya gambaran yang diperoleh pendengar dari perbandingan seberapa banyak suara keluar dari speaker kanan dan kiri (stereo). Contohnya, jika suara suatu alat musik di kanan dan kiri sama kerasnya, berarti dead-center (di tengah). Jika lebih keras di speaker kiri berarti panning ke kiri sekian persen (ex: L 15 %). Jika suara lebih keras ke kanan dan tidak terdengar sama sekali di kiri berarti dead-right / extreme-right (100% di kanan).


Dalam audio recording panning berarti penyebaran/peletakan suara sehingga masing-masing alat musik memiliki tempat dan ruang tersendiri dan lebih nyaman didengar. Suara instrumen dapat di tempatkan di kiri atau kanan sesuai kebutuhan lagu. Panning dilakukan untuk mendapatkan kesan visualisasi tempat dari mixing kita. Dengan melakukan panning maka kita dapat membuat sebuah panggung bayangan sesuai imajinasi kita.

Berikut tips panning yang umum digunakan untuk tiap-tiap instrumen:

Instrument Posisi Keterangan
Kick Center Tengah untuk mendapatkan sound balance dan punch
Snare Center Instrument yang mengisi ritmik (inti)
Hat Antara L20 sampai L45 Seperti posisi set drum sebenarnya
Toms Mengelilingi Panning masing-masing Tom dari L sampai R, maksimal bernilai 70
Over Head Dead Left dan Dead Right
(ke kanan dan kiri pol)
Sesuai letak Overhead
Bass Center Center  membayangi kick drum
Gitas Elektrik L80 dan R80 2 track yang dipanning secara stereo
Gitar Akustik L50 dan R50 2 track dipanning secara stereo
Piano Bebas Isi kekosongan
String Bebas Atau untuk mengisi posisi yang kosong
Vocal Center King of Song harus di tengah
Teknik panning dari tabel diatas bukan standar, hanya tips dan sering digunakan oleh engineer studio recording, tapi tetap kembalilah ke imajinasi dan kreatifitas anda untuk menentukannya.

CATATAN:
  • Setelah selesai mixing dengan panning, coba dengarkan ulang melalui speaker mono (Klik "MONO" di master track; lihat gambar), apakah masih terdengar atau malah hilang sama sekali? 
 

  • Hati-HATI dengan panning asal-asalan extreme-left/right yang hanya menghasilkan BIG MONO, alias stereo tapi berasa mono!

Share this

0 Comment to "MIXING: Mengenal Panning Sebagai Solusi"

Posting Komentar