Jumat, 21 Juli 2017

Mixing Itu Bukan Ujian MTK

StudioOneSeringkali dalam proses mixing kita terpaku pada hal-hal teknis semisal: Gitar Elektrik itu harus di-take double terus di panning ke kanan dan ke kiri. Jangan lupa juga, setiap track harus di-EQ low pass biar tidak tabrakan dengan bass dan kick. Terus kalau mixing bass tu harus ditambah saturation, dan seterusnya.

Sadar gak sih? Mixing itu BUKAN seperti menjawab UJIAN MATEMATIKA yang memiliki nilai pasti. Mixing adalah Seni yang tidak terukur dengan angka, tapi dengan feeling dan perasaan kita (btw, apa bedanya yak? 😵).


Seringkali kita mixing malah tidak tahu APA TUJUAN dari mengkompres drum, UNTUK APA kita memakai EQ. Padahal, kalau diibaratkan memasak, itu sama saja kita membuat rujak dengan memasukkan segala jenis sayuran tanpa tahu rasanya enak atau tidak...! Wortel masuk, kubis masuk, kentang masuk, sampai pare yang puahiiit sekalipun masuk...!! Wakakakak rasa nano-nano mboook!

Justru masakan yang enak itu yang sekalipun bahannya sedikit tapi SEIMBANG alias BALANCE bin PASSSS. Garamnya gak terlalu banyak sampai terlalu asin. Kecap tidak terlalu boros sampai terlalu manis. Cabenya cukup dan tidak terlalu pedas. Dan seterusnya, dan seterusnya..


Karena dalam mixing yang dicari bukan suara bass yang enak saat di-play sendirian. Sama halnya rujak tadi, kita tidak pernah mencari gula yang paling enak saat dimakan sendirian, tapi kita mencari PADUAN RASA yang ENAK dari semua bahan tadi.

So pasti, hindari mixing menggunakan banyak plugin tanpa tahu tujuan memakainya. Hindari juga meramu mixing dengan tombol fitur Solo Track saat menyetting plugin. Pastikan untuk melakukan setiap langkah mixing dengan TUJUAN HASIL YANG JELAS. Kita harus tahu seperti apa suara akhir dari hasil mixing kita. Adapun plugin dan efek hanyalah sebatas ALAT yang kita gunakan untuk mencapai hasil akhir yang kita bayangkan.

Tentunya kita perlu berpikir, untuk apa kita memasang plugin kalau tidak berpengaruh lebih baik atau bahkan malah merusak???

Cara berpikir/mindset di atas perlu kita tanam dari awal kita melakukan mixing. Tentunya tidak mudah, namun untungnya Master Agus Hardiman dari ArtSonica, sekolah musik dan audio production di Bandung, dengan rendah hati mau mengajarinya tahap demi tahap dengan bahasa yang sangat mudah dan menarik! Mau tahu lebih lanjut, tonton aja videonya langsung...









So pasti, mumpung ni gratis tanpa bayar, ga usah pikir-pikir kuota abis, langsung cekidot gan...!
Video mixing berseri ini menggunakan DAW keren dari Presonus, Studio One, yang cukup ringan dan berkelas. Bahkan digadang-gadang akan menjadi standar industri musik masa depan mengalahkan wajah lama semacam ProTools. Meskipun kamu menggunakan DAW lain seperti Cubase, yang banyak dipakai oleh studio rekaman Indonesia, konsep mixing ini tetap berjalan tanpa memandang DAW apapun.

Targetnya, seri mixing ini akan terus berjalan hingga beberapa seri dan meng-cover banyak hal dari filosofi mixing, hingga hal-hal yang berbau teknis seperti EQ, Kompresor, Delay, Reverb, dan lain-lain..

Yah, kita doakan aja semoga Om Agus Hardiman istiqomah hingga selesai sehingga jadi amal jariahnya kelak. Hehehehe.. Gak usah ragu lagi dah, langsung SUBSCRIBE aja biar ga ketinggalan...!

NB: mohon maaf kepada semua pembaca atas tersendatnya update posting blog ini dikarenakan banyak hal. Maklum jadi mahasiswa sekaligus guru kan lumayan lah.. Hehehehe.. In sha Allah tutorial mixing Zero2Hero akan lanjut terus sampai akhir. Doain kami agar terus semangat! See you lateer..!

Share this

1 Comment to "Mixing Itu Bukan Ujian MTK"

Posting Komentar