Kamis, 27 September 2018

Dua Tujuan Utama Mixing

Saat mixing sebuah lagu, kita sering mendapati terasa seperti tersesat tidak tahu arah kemana jadinya hasil mixing yang kita inginkan. Padahal, kalau kita runtut tujuan utama mixing itu hanyalah 2: BALANCE dan EMOTION. Mau tahu lebih lanjut, baca terus gaes....

BALANCE

BALANCE artinya seimbang, stabil, tidak ada yang berlebihan maupun kekurangan. Jika hasil mixing kita sudah balance, maka dijamin kualitas lagu kita mampu bersaing dengan band papan atas sekelas NOAH sekalipun. BALANCE ini mencakup 3 hal: 
  1. VOLUME
  2. FREKUENSI
  3. DINAMIKA TRACK
Balance ini merupakan sisi objektif yang wajib dikuasai oleh mixing engineer manapun. Karena objektif kita bisa memanfaatkan plugin analyzer untuk membantu menganalisa balance dari proses mixing kita. Di antara plugin yang bisa digunakan untuk menganalisa adalah Spectrum analyzer dan Metering plugin.

Frequency Spectrum Analyzer

VOXENGO SPAN Plus: andalan para mixing engineer profesional dalam menganalisa balance
Plugin Spectrum Analyzer ini berguna untuk melihat persebaran frekuensi dari hasil mixing kita. Andalan admin adalah VOXENGO SPAN Plus. Kehebatan plugin ini adalah kita bisa monitor penyebaran frekuensi lebih dari satu track dengan warna berbeda (lihat gambar di atas). Ini sangat berguna saat mixing 2 instrumen yang sering bertabrakan seperti bass dan kick drum.

Plugin sejenis yang lebih mudah penggunaannya adalah Tonal Balance Control bawaan iZotope. Keunggulan plugin ini adalah kita diberi garis panduan hasil mixing yang ideal (lihat area warna biru laut). Garis panduan itu adalah hasil penelitian dari ratusan lagu-lagu hits dari zaman klasik hingga modern. Kita tinggal menaruh efek ini di master track, jika terlihat keluar jalur area ideal itu kita tinggal tweak dan edit EQ dan volume per track yang bersangkutan.


Metering Plugin

Untuk plugin metering admin mengandalkan dua plugin: VUMT Deluxe dari Klanghelm dan Youlean Loudness Metering. VUMT Deluxe berguna untuk melihat dinamika mixing dengan VU meter yang dikalibrasi ke -18 dbFS sehingga didapat hasil optimal dan lebih analog. Sementara Youlean Loudness Metering berguna untuk menganalisa dinamika mixing dengan grafik dan LUFS.


VUMT Deluxe dari Klanghelm: VU meter multi fungsi


Sangat kaya fitur dan GRATIS!

CARA MEMPEROLEH BALANCE

Balance ini kita peroleh dengan menggunakan 3 alat utama: Volume Fader, EQ, dan Compressor.

Penggunaan Volume Fader sangatlah mudah. Namun perlu diingat ini adalah tempat Balance utama yang harus tercapai. Caranya adalah kita angkat elemen utama dalam mixing dahulu seperti drum, vokal, dan bass. Baru kita tambahkan elemen lain-lainnya hingga terasa pas. Jangan lupa vokal harus mendominasi dan menjadi "raja".

Sementara untuk mencapai hasil maksimal dari EQ, kita perlu menggunakan Referensi Track. Maksudnya kita harus mengambil break sejenak setelah mendapat balance volume untuk mendengarkan lagu lain hasil mixing profesional dari mp3 player biasa. Dengarkan frekuensinya pada low, mid-range dan high. Tentu kita akan mendapatkan gambaran balance yang berbeda. Sesuaikan volume dan EQ hingga benar-benar pas di telinga. 

Adapun penggunaan compresssion tentunya jelas: membuat track lebih konsisten, tidak terlalu pelan jika memang berbisik dan tidak terlalu kencang saat teriak (track vocal).

EMOTION

Emosi merupakan tujuan utama kedua saat kita mixing. Artinya kita harus bisa menonjolkan emosi dari lagu dengan berbagai teknik mixing yang kita punya. Emosi merupakan sisi subjektif dari proses mixing. Di sinilah yang membedakan kualitas dan ciri khas antara satu mixing engineer dengan yang lainnya. Proses ini juga menjadikan sebuah mixing yang "bagus" menjadi "LUAR BIASA". 

Teknik memperoleh emosi sebuah lagu adalah dengan memanfaatkan Automation dan penggunaan efek-efek tambahan seperti delay, distorsi, dan sebagainya.

CONTOH PENGGUNAAN EFEK KHUSUS DALAM MIXING

  1. Mengangkat sedikit volume drum di saat reff sehingga terasa benar-benar klimaks
  2. Menjadikan gitar ritem mono saat verse, lalu melebar menjadi stereo saat Reff
  3. Menambah phaser/flanger pada master track di bagian bridge lagu (efek andalan lagu-lagu Melly Goeslaw, dengarkan bagian reff vokal cewek lagu "Pecinta Wanita" dari Irwansyah)
  4. Memberi distorsi pada vokal saat menjelang reff
  5. Memberi delay di akhir melodi outro
  6. Menambah reverse cymbal yang dipanning dari kanan ke kiri sebelum reff
Itulah sebagian tips-tips dari penggunaan efek untuk membuat mixing menjadi lebih menarik. Maka di sinilah tempat kreatif kita bisa berkreasi dan berinovasi dengan berbagai macam teknik agar emosi lagu bisa didapat. Tapi, perlu diingat: Permainan efek kreatif ini HANYA dilakukan setelah didapat mixing yang BALANCE.

Share this

1 Response to "Dua Tujuan Utama Mixing"