Sabtu, 31 Agustus 2019

Mastering Kilat di Reaper



Banyak yang bertanya: Kenapa hasil mixingku volumenya kalah kencang dengan lagu lain saat diputar? Itu karena kurang satu step lagi untuk mendapatkan hasil final yaitu Mastering. Ikuti tahap-tahapnya di video kali ini untuk mendapatkan hasil yang kencang, powerful, lebar dan tetap tebal berasa analog!

Mastering itu memiliki tujuan sebagai polesan akhir dari 4 langkah memproduksi audio, yaitu:
  1. Taking/Recording
  2. Editing
  3. Mixing
  4. Mastering
Lalu apa tujuan mastering? Jelasnya adalah memberi sentuhan akhir dari hasil mixing kita. Biasanya peningkatan kualitas dari mastering berupa:

  • Trimming untuk mengatur volume mix yang standar siap mastering (-18 dBFS)
  • Bus compressor untuk agar hasil mix lebih menyatu (glue effect)
  • EQ Mastering akhir secara keseluruhan yang sifatnya lebih transparan dan tipis
  • Multi-Band Compressor untuk menjinakkan frekuensi yang berlebihan sehingga lebih balance
  • Stereo Widening agar hasil mix lebih lebar
  • Tape saturation agar hasil mix lebih tebal, bulat, dan analog
  • Clip agar hasil mix lebih powerful dan lebih 'keluar' dari speaker
  • Master Limiter untuk mengangkat Loudness (tingkat kekerasan) mix sehingga sesuai standar lagu komersial lainnya tanpa clipping

Bus Compressor

Bus Compressor ini berbeda tujuan dengan compressor biasa. Tujuannya adalah untuk membuat instrumen di mix menjadi lebih menyatu secara natural. Untuk mendapatkan efek tersebut kita menggunakan setting berikut:
  • Ratio rendah 4:1
  • Medium-Slow attack 
  • Fast/Auto Release
  • High-Pass Filter pada detector sekitar 100-150Hz
  • Threshold tipis dengan 2-4 dB Gain Reduction
REKOMENDASI VST BUS COMPRESSOR:
Slate Virtual Bus Compressor, Waves SSL Compressor, Cytomic The Glue, TDR Kotelnikov
Slate Virtual Bus Compressor

TDR Kotelnikov (FREE)


Waves SSL G Compressor
Cytomic The Glue

Mastering EQ

EQ ini mengatur tone akhir dari hasil mix kita. Untuk mendapatkan hasil maksimal ikuti langkah berikut:
  • Potong habis frekuensi rendah dari Side (channel kanan-kiri) agar bass terfokus di tengah/Mid (tonton caranya di video)
  • Dengarkan lagu dari genre sejenis dengan audio player. Amati karakter frekuensi lagu. Cenderung nge-bass atau treble? Midnya dominan atau tidak?
  • Atur EQ untuk mendapatkan hasil yang serupa atau mendekati lagu referensi yang dianalisa
REKOMENDASI VST MASTERING EQ:
FabFilter Pro-Q 3, TDR Slick EQ, Maag EQ, Waves Linear Phase EQ, Waves PuigTec EQ, Kush Hammer DSP
Fabfilter Pro Q3

Kush Audio Hammer DSP

TDR Slick EQ (FREE)

Waves PuigTec
Maag EQ

Waves Liner Phase EQ

Multi-Band Compressor

Multi-band Compressor seakan mengerikan saat pertama kali dilihat. Tapi tenang ternyata caranya cukup mudah:
  • Lalu pasang threshold secukupnya, yang penting kena Gain Reduction tipis-tipis. Kalau dirasa ada frekuensi yang bandel, tekan tombol Solo di band EQ yang bermasalah dan atur Thresholdnya dengan mendengarkan efeknya
REKOMENDASI VST MULTIBAND COMPRESSOR:
FabFilter Pro-MB, Waves C6, iZotope Mastering Compressor
Fabfilter Pro MB

iZotope Ozone Compressor
Waves C4 Multiband Compressor

Stereo Widening

Untuk mendapatkan hasil mix yang lebar gunakan Stereo Widener untuk mendapatkan hasil lebih lebar. Untuk mendapatkan hasil instant bisa menggunakan S1 Stereo Widener dari Waves. Kalau ingin lebih leluasa settingnya gunakan Multiband Stereo Widening seperti yang terdapat di iZotope Imager. Biasanya low-end diturunkan total agar menjadi mono. Lalu diangkat di hi-Mid dan High-end agar terkesan lebih lebar di speaker stereo/headphone.

REKOMENDASI VST STEREO WIDENING:
Waves S1 Imager, iZotope Imager, ChorusWS, A1StereoControl
A1 Stereo Control (FREE)

Waves S1 Stereo Imager

iZotope Ozone Imager
Chorus WS (FREE)

Tape Saturation

Saturation merupakan rahasia para profesional untuk mendapatkan hasil mix yang tebal, berkarakter, bulat, dan lebih nyaman di telinga. Singkat kata, arti saturation adalah distorsi tingkat rendah. Cukup sedikit saja dan terasa perbedaannya. Jangan terlalu banyak karena hanya akan merusak kualitas mix.

REKOMENDASI VST TAPE SATURATION:
Waves J37, Waves Kramer Tape, Slate Virtual Tape Machine, Slate Revival, Slate Virtual Console Collection
Waves J37

Waves Kramer Tape

Slate Digital Revival

Slate Digital Virtual Console Collection
Slate Digital Virtual Tape Machine

Clipper

Clipping plugin adalah senjata andalan untuk mendapatkan hasil mix yang kencang, powerful, dan meloncat keluar dari speaker. Vokal lebih terdengar, kic dan snare lebih menghentak dan banyak lagi keuntungan menggunakan Clipper. Gunakan sedikit gain saja agar tidak merusak kualitas mix.

REKOMENDASI VST CLIPPER:
Waves L1, JST Clip, T-Racks Classic Clipper, GClip
GClip (FREE)

Waves L1 Limiter

JST Clip

T-Racks Classic Clipper (warna kuning)

Master Limiter

Ini adalah tahap inti dari mastering. Andaikan mastering hanya bisa menggunakan satu plugin, maka plugin itu adalah master limiter. Atur Outputnya ke -0.1 dB untuk mendapatkan hasil maksimal tanpa clipping. Lalu atur threshold atau ouput hingga mendapatkan loudness sekitar -9 dBFS untuk mp3 dan -14 dBFS untuk diupload streaming. Ukuran ini adalah standar yang digunakan untuk mastering saat ini tanpa merusak kualitas musik dengan Loudness Wars (baca di bawah).

REKOMENDASI VST MASTER LIMITER:
FabFilter Pro-L 2, Waves Limiter, Slate Digital FG-X, Loudmax
Loudmax (FREE)
Fabfilter Pro-L 2

Waves L3 Multimaximizer

Waves L1 Ultramaximizer

Slate Digital FG-X

APA ITU LOUDNESS WAR?

LOUDNESS WAR adalah fenomena dimana setiap tahun lagu yang dirilis semakin kencang sehingga tidak memiliki Dynamic Range (dinamika pelan-kencang lagu) yang bagus dan sama sekali tidak nyaman didengar, lihat grafik di bawah. Maka harus dilihat seberapa kuat kita menekan limiter sehingga tidak melebihi standar:

  • -9 LUFS atau -9 dBFS untuk CD atau mp3 biasa
  • -14 LUFS atau -14 dBFS untuk upload streaming (Youtube, Spotify, JOOX) 





Begitulah proses mastering singkat di REAPER. Terus perbanyak membaca dan bertanya untuk menambah wawasan seputar audio production. 

Rabu, 28 Agustus 2019

Mixing Profesional dengan Compressor Analog



Analog Compressor menjadi andalan para mixing engineer profesional dalam menyelesaikan proyek-proyeknya. Itu dikarenakan suara yang dihasilkan benar-benar colorful dan memberi kesan unik khas rasa analog. Ada yang bilang juga hasilnya lebih tebal.. Tapi apapun itu kita harus mengenal fitur dan cara kerja masing-masing setiap tombol dan knob untuk mendapatkan hasil maksimal.

Nama lain THRESHOLD:


  • INPUT (LA-76 / Arousor)
  • GAIN REDUCTION (LA-2A)

Nama lain GAIN:

  • OUTPUT (LA-76 / Arousor)

ATTACK/RELEASE tidak ada perubahan nama

RESEP KLASIK DOUBLE COMPRESSOR VOKAL POP-ROCK-METAL: 

LA-2A ditambah LA-76.
LA-2A berfungsi mengompres secara keseluruhan vokal yang didapat. LA-76 berfungsi menjinakkan sinyal audio yang berlebihan (peak), berfungsi mirip seperti limiter.

HASILNYA: Vokal akan lebih stabil dan lebih mudah menyatu dengan mixing. Setiap kata terdengar dengan jelas. Lirik berbisik menjadi terdengar, vokal menjerit tidak akan over memekak telinga.

Trik Cepat Menguasai Compressor:

  1. Atur Input/Threshold dan Gain/Output sesuai data mentah yang kita punya
  2. Pilih preset yang tersedia di Compressor, atur ulang threshold dan gain jika berubah
  3. Amati setting Attack dan Release nya dan efek yang dihasilkan
  4. Ganti preset yang lain dan bandingkan efek yang dihasilkan 
Dijamin setelah melatih telinga menggunakan preset yang ada, kita akan mendapatkan gambaran yang bagus bagaimana cara mengatur Attack dan Release untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Jenis-jenis Efek VST Compressor Analog Favorit:

  1. Fairchild Vari-Mu Tube Compressor: PuigChild series (versi Waves)
  2. LA-76 FET Transistor Compressor:
    1. CLA-76 (Waves)
    2. Black 76 (T-Racks)
    3. RVox (Waves)
  3. LA-2A Optical Compressor:
    1. CLA-2A (Waves)
    2. White 2A (T-Racks)
  4. dbx 160 VCA Compressor (Waves)
  5. Distressor VCA Compressor: Arousor
  6. API 2500 Compressor (Waves)
  7. Digital Analog Compressor
    1. FabFilter Pro-C
    2. RVox
    3. MV2
    4. RComp