Jumat, 06 September 2019

Slate Bus Compressor Review: Sentuhan Terakhir yang Mempesona!

Mixing sudah selesai. Tapi seperti ada yang kurang dari hasil mixing kita. Kurang menghentak, kurang menyatu, kurang halus, dan kurang berenergi. Mungkin setting compressor di drum kurang ekstrim? Awas, bisa jadi over-compressed. Lalu bagaimana? Di sinilah Bus Compressor dapat diandalkan. Bus Compressor singkatnya adalah Stereo Compressor yang kita taruh di master bus yang merupakan terminal akhir semua audio kita berkumpul sebelum ke speaker.

Slate Digital sebagai salah satu plugin developer yang inovatif tidak sekedar membuat Bus Compressor biasa. Dalam pluginnya tersedia 3 compressor yang bisa kita gunakan. Masing-masing dinamakan FG-Grey, FG-RED, dan FG-Mu. Semua compressor ini merupakan emulasi dari compressor legendaris:

FG-Grey

FG-Grey terinspirasi dari SSL G 4000 Compressor. SSL G adalah Bus Compressor di Console Analog SSL yang merupakan senjata andalan mixing engineer professional seperti Andy Wallace yang mecnetuskan karakter pop-rock yang berenergi dari tahun 80-an hingga sekarang. Dengar saja album Nirvana Nevermind, Rage Against The Machine, A7X City Of Evil. Compressor ini memiliki karakter enerjik dan powerful, hanya dengan memasangnya di akhir bus compressor akan membuat hasil mix lebih menyatu/kohesif dan membuat suara drum lebih menonjol dan berkarakter. 
FG-Grey

SSL G 4000 Console Compressor

FG-RED

FG-RED merupakan emulasi dari Focusrite 3 Compressor/Limiter andalan mixing engineer Chris Lord Alge. Dengarkan powernya di lagu-lagu garapannya seperti American Idiot dari Green Day dan Welcome to the Black Parade dari My Chemical Romance. Pilihan compressor ini sangat berpengaruh ke hasil mixnya yang nampol dan keras, namun tetap nyaman di telinga. Resep rahasianya adalah penggunaan fitur Auto-Release dari compressor ini.
FG-RED

Focusrite RED 3 Compressor/Limiter

FG-Mu

FG-Mu terinspirasi dari Manley Vari-Mu dan Fairchild yang merupakan compressor tipe Tube Compressor yang bisa di setting (variable-Mu). Compressor ini terkenal memiliki karakter yang halus dan lembut. Ketika ada mix yang terasa terlalu keras dan agresif, compressor ini bisa menjinakkannya dengan mudah. Sebagai salah satu compressor perdana di dunia mixing, harganya sekarang ini sudah mencapai 50 ribu dollar.
FG-Mu
Manley Vari-Mu

Fairchild 670 Stereo Compressor/Limiter

Cara setting Mix Bus Compressor:

Jangan menggunakan setting yang terlalu ekstrim pada Mix Bus Compressor. Karena dia akan sangat mudah merusak hasil mixing kita. Cukup gunakan setting tipis-tipis saja dengan gain reduction tidak lebih dari 5 db. Berikut panduan singkatnya:
  1. Gunakan rasio rendah antara 1,5 sampai 4 db, setelah itu pasang threshold sampai 10 db gain reduction. Setting ekstrim ini hanya untuk memudahkan kita mengatur attack dan release.
  2. Gunakan attack yang lambat sekitar 100 ms. Awas, jangan menggunakan Fast attack krena akan membunuh power dari mixing kita. Gunakan fast release dengan kecepatan 5ms. 
  3. Sambil memutar mix, percepat attack hingga efek compressor terasa merusak hentakan dari hasil mixing, turunkan pelan-pelan sambil mendengarkan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
  4. Perlambat releasenya hingga jarum gain reduction bisa mengikuti irama lagu. Agar lebih mudah solo kick dan snare supaya mendapatkan release yang tepat sehingga jarum kembali normal sebelum pukulan selanjutnya.
  5. Setelah semua terdengar enak, turunkan threshold sehingga didapatkan gain reduction sekitar 1-3 db.
  6. Atur rasio sesuai kebutuhan. Jika ingin hasil yang halus kurangi rasio hingga ke 1,5 - 2 db. Kalau ingin lebih agresif gunakan setting 4 db. 
  7. Bypass compressor dan dengarkan perbedaan volumenya. Atur gain reduction untuk mendapatkan volume yang setara.
  8. PENTING: pasang compressor sejak awal memulai mixing. Sehingga sebelum memulai EQ dan compress per track, bus compressor sudah On. Ini supaya lebih mudah mendapatkan hasil yang tepat dan tidak merubah dinamika mixing secara drastis.
Kalau ingin mudah, Slate Digital sudah membuat preset compressor di setiap pluginnya. Itu adalah setting favorit para mixing engineer professional yang sudah teruji ketepatannya. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengatur setting dari awal.

Jika kita ingin membandingkan warna compressor yang tepat antara 3 itu, kita bisa menggunakan FG-RACK, yaitu versi rack dari 3 compressor tersebut yang digabung menjadi satu. Sehingga kita bisa membandingkan efek yang dihasilkan dari masing-masing compressor. 
FG-Rack

Uniknya setiap compressor diberi knob 'MIX' yang mengatur parallel compression. Jadi andaikan kita putar ke 60%, itu artinya kita mendapatkan 60% dicompress digabung dengan 40% yang mentah tidak dicompress. Ini bermanfaat menghaluskan efek kompresi yang terdengar. Bisa juga kita nyalakan dua atau bahkan semua compressor sekaligus. Silahkan bereksperimen.

Keuntungan VST dibandingkan Hardware

VST seperti ini memiliki algoritma yang kompleks hasil penelitian emulasi hardware yang mahal. Karena itu hasil yang dihasilkan sangat tidak terprediksi dan unik. Banyak orang komplain: bagaimanapun bagusnya VST tentu tidak bisa mengalahkan hardware! 
Yap, itu betul. Tapi ingat banyak keuntungan dari VST:
  • Hardware mungkin kita hanya beli satu itupun mahaaal pol! Harga yang original bisa mencapai ratusan juta.
  • VST sekali beli bisa dikopi berapapun jumlahnya ke track manapun. Mau dipasang 30 kali? Tentu bisa. Serasa memiliki compressor analog dengan jumlah tak terbatas. Itupun dengan satu harga yang jauh lebih murah. Seperti VBC ini hargnya hanya 150 dollar setara dengan 2 juta rupiah.
  • Hardware bisa rusak kapan saja dan tentunya membutuhkan biaya perawatan yang tidak murah. VST tentunya tidak perlu khawatir!
Silahkan dicoba dan terus belajar!

Share this

0 Comment to "Slate Bus Compressor Review: Sentuhan Terakhir yang Mempesona!"

Posting Komentar